Jakarta, KanalNews.co – Kunjungan virtual ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Pabrik Danone-AQUA yang berada di Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu rangkaian acara The 10th Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx 2021 yang sudah berlangsung sejak 22 November 2021 lalu.  Hadir dalam kunjungan ini Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTK Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya.

Dalam sambutannya di acara virtual field trip ini, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Darma, mengatakan PLTS Atap adalah sebuah keniscayaan yang bisa mempercepat energi terbarukan di Indonesia dalam bauran energi nasional. Hal ini mengingat setting-nya, dan sebagainya yang sangat mudah dan area atau lokasinya sudah ada.

“Karena itu, tahun 2017, METI bersama Kementerian ESDM dan seluruh asosiasi di energi terbarukan membuat sebuah gerakan yang disebut gerakan nasional sejuta surya atap. Di mana, dalam satu dua tahun kita sudah bisa memasang satu juta rumah termasuk industri dan lainnya untuk menggunakan surya atap,” katanya, Sabtu (27/11).

Tapi, kata Surya,  pemanfaatannya tidak sebagaimana seperti yang diharapkan. Meski begitu, menurutnya, terlihat ada beberapa industri yang dengan sangat agresif  menjalankannya, terutama perusahaan Renewable Electricity (RE100, merupakan kelompok perusahaan yang berkomitmen untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan, termasuk di dalamnya adalah Danone-AQUA.

“Karena itu, kami bersama Kementerian ESDM sangat mendorong supaya PLTS Atap Danone-AQUA ini bisa dikunjungi,” tukasnya.

Dia berharap PLTS Atap Pabrik Danone-AQUA ini bukan hanya menjadi sebuah icon tapi akan menjadi sebuah motivator bagi industri-industri lain termasuk individu-individu rumah tangga agar bisa memasang PLTS Atap ini di kemudian hari.

Apalagi, kata Surya, saat ini peraturan tentang  PLTS Atap bagi konsumen PLN itu sudah direvisi dengan Permen no. 26 tahun 2021.  “Mudah-mudahan tentu ada manfaatnya untuk kita semua,” katanya.

Saat menjadi keynote speech, Director of Government & External Scientific Affairs Danone Indonesia, Rachmat Hidayat mengatakan Danone Indonesia merupakan salah satu pelaksanaan ambisi global Danone yang sudah secara official mengumumkan bahwa Danone ingin menjadi perusahaan yang Carbon Netral pada tahun 2050. Ini adalah implementasi dari visi Danone, yaitu “One Planet One Health”.

“Jadi, Danone secara global itu percaya bahwa untuk dapat mewujudkan suatu masyarakat yang sehat akan diperlukan juga lingkungan hidup yang sehat dan sebaliknya. Jadi, ini adalah salah satu implementasi dari visi Danone tersebut,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri, kata Rachmat, Danone Indonesia sudah mengimplementasikan PLTS Atap ini di 4 pabrik Danone-AQOA, yaitu Ciherang, Banyuwangi, Klaten, dan Mekarsari dengan total kapasitas 6,2 Mega Watt Peak MWp.  “Dan PLTS Atap di pabrik kami di Mekarsari, Sukabumi, ini merupakan salah satu yang terbesar di Jawa Barat dengan kapasitas sistemnya sebesar  2,1 MWp,” katanya.

Dia berharap PLTS Atap di pabrik Danone-AQUA Mekarsari, Sukabumi ini dapat menghasilkan listrik sebesar 2,3 Giga Watt hour (GWh) per tahun dan dapat menurunkan emisi karbon Danone sebesar 1.916 ton CO2 per tahun.

“Dan kami yakin itu bisa memberi sumbangsih  pada target Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan implementasi energi baru terbarukan hingga 15 MWp pada 2023,” ujarnya.

Momen hari ini, menurut Rachmat, juga merupakan momen bagi Danone Indonesia untuk mendukung pemeritah dalam mencapai apa yang sudah dijadikan komitmennya terkait implementasi energi baru terbarukan, serta juga merupakan sarana untuk saling berbagi  informasi pengalaman untuk mendukung inovasi dan teknologi yang bisa diterapkan bersama-sama.

Dalam paparannya, Raditya Pramudiantoro, Senior Climate & Coservation Manager Danone Indonesia mengatakan selain di pabrik Mekarsari, Danone Indonesia juga telah membangun PLTS Atap ini di 3 pabrik Danone-AQUA lainnya. Di antaranya, di pabrik Ciherang yang memiliki kapasitas 770 kWp dengan energi sebesar 1 GWh per tahun dan mengurangi emisi karbon sebanyak 825 ton per tahun ; Klaten memiliki kapasitas 2.919 kWp, dengan energi sebesar 4 GWh per tahun dan mengurangi emisi karbon sebanyak 3.340 ton ; Banyuwangi memiliki kapasitas 378 kWp, dengan energi sebesar 566 MWh per tahun dan mengurangi emisi karbon sebanyak 470 ton.

“Kami akan terus berkomitmen untuk membangun PLTS Atap di 21 pabrik Danone-AQUA di Indonesia dengan total kapasitas lebih dari 15.000 kWp pada 2023,” katanya. (adt)