KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan mobil listrik dapat mendukung pencapaian target porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.
Jonan menjelaskan, pemerintah telah berkomitmen agar porsi penggunakan energi baru terbarukan mencapai 23 persen pada 2025 nanti. Untuk mencapai target tersebut ada dia sektor yang menjadi andalan yaitu kelistrikan dan transportasi.
“Komitmen pemerintah terhadap EBT tidak berkurang. Seperti kata Presiden pada Desember 2015 lalu bahwa kami berkomitmen untuk mengusahakan bauran energi mencapai 23 persen pada 2025,” kata Jonan di Jakarta.
Untuk sektor transportasi pencapaian target tersebut bisa didorong dengan penggunaan mobil listrik. Namun untuk mendorong penggunaan mobil listrik pemerintah tidak bisa kerja sendiri, karena itu akan ada insentif fiskal agar industri mobil listrik dapat berkembang mengikuti negara lain.
“Kalau bisa mulai berjalan, Prancis 2040 sudah tidak boleh menjual mobil bahan bakar fosil, India 2030,” tambahnya.
Menurut Jonan, mobil listrik juga akan mendukung peningkatan ketahanan energi. Pasalnya, pasokan listrik untuk mobil listrik berasal dari pembangkit yang sumber energinya berasal dari dalam negeri.
Dengan begitu kendaraan masyarakat Indonesia tidak lagi mengandalkan bahan bakar minyak sebagai sumber energi yang saat ini sebagian berasal dari impor.
“Kita juga akan mendorong supaya energy security kita naik. Kalau ada mobil listrik, energi primer bisa berasal dari EBT mulai dari geothermal, solar (matahari) dan sebagainya. Hydro dan juga dari energi fosil yang kita punya, yaitu gas bumi dan batu bara,” tutup Jonan.(mulkani)






































