KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih menunggu tim evaluasi selesai menilai harga saham yang ditawarkan PT Freeport Indonesia dan berharap semua pihak untuk bersabar.
“Saya tidak mau komentar. Saya minta para pihak tidak usah berspekulasi, karena ada ahlinya. Kita tunggu saja hasil dari evaluasi tersebut,” ujar Sudirman di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/1).
Ia menjelaskan hal itu untuk menanggapi pihak-pihak yang menilai bahwa harga yang ditawarkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut terlalu mahal dan pemerintah melalui koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah meminta pertimbangan dari PT Danarakesa dan PT Mandiri Sekuritas.
“Biarkan mereka bekerja karena lembaga-lembaga ini punya metode penilaian sendiri yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa diukur,” katanya lebih lanjut.
Kementeriannya tidak akan ikut mencari perusahaan jasa penilai sendiri dan hanya akan menunggu hasil penilaian dua lembaga penilai yang telah ditunjuk Kementerian BUMN.
“Tidak perlu tiap instansi punya lembaga penilai sendiri. Kami akan menunggu saja hasil penilaian dari lembaga yang telah ditunjuk Menteri BUMN Rini Soemarno dan kami harapkan bulan Maret sudah ada hasil penilaiannya,” ujar dia.
PT Freeport Indonesia telah menyampaikan penawaran saham divestasi kepada Pemerintah Indonesia, melalui Kamenterian ESDM, lewat surat resmi. Sebanyak 10,64 persen saham Freeport ditawarkan dengan harga 1,7 miliar dolar AS, atau sekitar Rp23 triliun. (Mul)




































