
Kanalnews.co, JAKARTA- Pertemuan antara Wapres Gibran Rakabuming dengan sejumlah perwakilan sejumlah driver ojek online menimbulkan keraguan. Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Ade Mulya memastikan pengemudi yang diundang merupakan asli mitra Gojek.
“Tujuannya adalah untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan para mitra,” kata Ade, dikutip dari pernyataan resminya, di Jakarta, Rabu, (3/9/20245.
Ia menegaskan Mohamad Rahman Tohir atau yang akrab disapa Cang Rahman perwakilan Gojek yang diundang dalam pertemuan tersebut adalah benar mitra aktif Gojek sejak 2015.
“Kami sangat mengapresiasi setiap undangan resmi yang ditujukan kepada mitra driver. Karena dengan demikian, kami bisa memastikan mitra yang hadir benar-benar mitra aktif kami, yang sehari-hari bekerja, terlibat dalam komunitas, dan dipercaya oleh rekan-rekannya,” tegasnya.
Ade menyebut pertemuan tersebut sangat penting sebagai ruang menampung aspirasi. Pemerintah melalui Wapres Gibran membuka diri dengan masukan dari masyarakat.
“Bagi kami, setiap ruang dialog dengan pemerintah adalah kesempatan berharga. Kami percaya, suara tulus para mitra adalah fondasi terkuat untuk mencari solusi bersama demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
InDrive juga mengkonfirmasi jika pengemudi yang diundang wapres Gibran adalah driver aktif InDrive.
“Dua pengemudi yang hadir adalah mitra aktif kami yang sudah bergabung sejak 2020 dengan penuh dedikasi. Kami bangga atas kerja keras mereka dalam melayani penumpang setiap hari. Kehadiran mereka di pertemuan tersebut adalah jawaban dari undangan resmi Bapak Wakil Presiden,” ujar juru bicara InDrive.
Wapres Gibran sebelumnya menerima delapan perwakilan pengemudi ojol dari berbagai aplikator, yakni Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Minggu (31/8). Pertemuan ini bagian upaya pemerintah dalam meredakan situasi sosial-politik terkini.
Namun muncul keraguan soal keaslian beberapa perwakilan, salah satunya Mohamad Rahman Tohir alias Cang Rahman. Pertemuan tersebut ramai dibahas di media sosial. (ads)



































