KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjamin keberadaan infrastruktur, terutama Jalan Nasional untuk dilintasi saat Libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, secara umum aman.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Soebagiono, menyatakan, pihaknya telah melakukan  koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang akan mengganggu kenyamanan para pengguna Jalan Nasional di saat menjelang liburan Natal dan tahun baru tersebut diatas.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan semua unsur terkait termasuk dengan Kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan untuk mendukung kelancaran para pengguna jalan tersebut,” kata Soebagiono pada acara jumpa pers Kesiapan Infrstruktur PUPR Jelang Hari Natal dan Menyambut Tahun Baru 2018, di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (28/12).

Selain Soebagiono hadir pula dalam jumpa pers itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna  dan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Jenderal Bina Cipta,  Dodi Kripratmadi.

Dalam presentasinya,  Soebagiono  menyebutkan Jalan Nasional yang dipastikan siap mendukung libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, yaitu  Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Jalan Nasional di wilayah Jawa, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Hampir seluruh Jalan Nasional di Pulau Jawa siap mendukung Libur Natal dan Tahun Baru.

Jalan Nasional di Bali, NTB dan NTT juga dipastikan siap. Sementara di Sulawesi yang sudah siap adalah Sulawesi Utara. Untuk di Maluku, Jalan Nasional yang siap, antara lain Maluku dan Maluku Utara. Untuk di Papua, kata dia infrastruktur jalannya juga sudah siap. Hanya saja intensitas kendaraannya belum padat.

Ketika menjawab wartawan terkait ancaman bencana alam, Soebagiono mengatakan, pihaknya telah menghimbau pemerintah daerah untuk memerhatikan daerah rawan bencana dan tanah longsor yang dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di musim libur natal dan tahun baru 2018 yang akan datang.

“Mengenai daerah-daerah black spot (rawan bencana–red) telah kami beritahukan kepada Pemda sehingga kalau terjadi apa-apa, tolong segera diinformasikan, dan maksimal 6 jam peralatan (alat berat) sudah sampai di lokasi. Namun itu, harapan kita semua tentunya  mudah-mudahan dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan baik. Dan, kita tak hanya di lintas provinsi saja,” kata Soebagiono.

Ditegaskan kembali bahwa untuk di daerah rawan kecelakaan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengamanan serta memperbaiki rambu-rambu lalu lintas, termasuk  memperbaiki jalan yang berlubang.

Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pintu Tol, pihak akan mengerahkan  petugas yang nantinya akan membawa alat pembaca kartu atau mobile reader untuk melakukan transaks di setiap kendaraan yang mengantre.

“Penanganan macet di gerbang tol, kalau dulu misalnya di Cikarang Utama ada JKR (Jemput Kartu Kendaraan–red) – ada petugas yang mendatangi.  Namun,  kondisi saat ini dengan adanya mobile reader,  maka readernya yang maju… readernya yang bergerak mendtangi kendaraan,” kata Herry meyakinkan.

Herry menmbahkan bahwa penjualan uang elektronik di Gerbang Tol tetap dilakukan guna melayani pengguna, dan disediakan fasilitas top-up di Gerbang Tol untuk mengantisipasi pengguna yang kekurangan saldo dalam kartunya.

Disamping itu, tersedia sedikitnya 50 fasilitas top-up tunai Bank Mandiri dan 50 fasilitas top-up mesin EDC yang disediakan di Tempat Istirahat (TI)/Tempat Istirahat Pelayanan (TIP).

“Koordinasi dengan bank-bank juga dilakukan untuk memastikan limit top-up merchant mampu melayani arus mudik balik natal dan tahun baru dan penyediaan layanan Bank Mobile (layanan bergerak–red) di beberapa titik di jalan tol,” kata Herry.

Disebutkan, beberapa lokasi top-up tunai yang dilakukan seperti di Tol Cawang-Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Pondok Aren-Ulujami, Jagorawi, Belmera, Purbaleunyi, Semarang ABC, Surabaya-Gempol, Nusa Dua Bali, JORR, Semarang-Solo dan Cipali.

Sementara, kemungkinan adanya pengalihan arus lalu lintas ketika terjadi antrean panjang, misalnya, lebih dari 1km, pengaturan buka/ tutup ramp hingga penertiban parkir di bahu jalan, hal ini telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian setempat.(mulkani)