Kanalnews.co, JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun jembatan kaca di kawasan Seruni Point Bromo Tengger Semeru yang berada di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Jembatan ini dibuat untuk menambah daya tarik pemandangan Gunung Bromo.

Jambatan tersebut akan dibangun dengan desain tipe jembatan suspended-cable dengan panjang bentang 120 meter dan kedalaman jurang kurang lebih 80 meter. Sedangkan untuk lantai akan memiliki lebar 1,8 meter dan 3 meter.

Perekayasa madya mewakili Kepala Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Joko Purnomo mengatakan pengerjaan jembatan memerlukan waktu sekitar 11 bulan. Pembangunan akan dimulai setelah masalah pembebasan lahan selesai.

“Tahap pengerjaannya dalam kurun waktu 11 bulan dengan dua anggaran yakni anggaran tahun 2021 dan anggaran tahun 2022,” kata Joko di Kabupaten Probolinggo seperti dikutip dari Antara.

Pengujian juga dilakukan di lantai kaca terhadap beban rencana 3 mm dengan tegangan 12 MPa. Hasilnya, disimpulkan struktur kuat karena tak terdapat kerusakan pada kaca.

Untuk bagian kaca kedua berkemampuan 3,98 ton defleksi 35,9 mm. Dari hasil uji kaca menjadi serpihan tetapi tidak lepas dari interlayernya, setelah kedua lapisan kaca pecah, lapisan interlayer SGP masih mampu menahan beban.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono mengatakan Pemkab Probolinggo sangat mendukung penuh progres pembangunan jembatan kaca di Seruni Point. Jembatan ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan perbukitan dan Gunung Bromo.

“Hal terpenting adalah pembangunan jembatan kaca harus benar-benar berkualitas dan terjamin keamanannya. Koordinasi dan komunikasi terus dilakukan dengan tim yang menangani pembangunan jembatan kaca itu,” katanya. (ads)