Kanalnews.co, JAKARTA- Corporat Social Responsibility (CSR) di Indonesia datang diakhir dekade 1990-an. Kondisi penting yang melahirkan CSR di Indonesia karena gerakan sosial berupa tekanan dari LSM lingkungan, LSM buruh, serta LSM Perempuan. Selain itu adanya kesadaran untuk menjalankan praktik CSR dari perusahaan.

Program CSR sudah mulai bermunculan di Indonesia seiring telah disahkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Salah satu bentuk program CSR dapat berupa program pemberdayaan bagi masyarakat prasejahtera.

Inilah yang coba dibangun secara bersama antara PNM dan Unilever Indonesia melalui program Ibu Sehat Keluarga Sejahtera atau BU KARSA untuk memberdayakan komunitas terutama perempuan prasejahtera yang merupakan nasabah PNM Mekaar.

Menurut Nurdiana Darus selaku Head Of Corporate Affairs & Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk, “Unilever percaya bahwa bisnis haruslah berlandaskan tujuan mulia (purpose) dan memberikan dampak menjalankan bisnis dengan prinsip berkelanjutan. Melalui program Ibu Sehat Keluarga Sejahtera (BU KARSA) yang merupakan hasil kolaborasi antara Unilever Indonesia dan PNM diharapkan dapat memberdayakan 500,000 perempuan prasejahtera.

“Kami percaya bahwa perempuan, terutama ibu menjadi tokoh yang berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga serta menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.  Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang terukur dan lebih luas atas perubahan perilaku masyarakat. Tentunya pelaksanaan ini didukung penuh oleh rekan-rekan PNM di lapangan.”

Bapak Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM pada acara peluncuran program BU KARSA menyampaikan bahwa “Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang terukur dan lebih luas pada nasabah PNM Mekaar, selain edukasi mengenai pentingnya cuci tangan secara rutin, terdapat edukasi mengenai pencegahan penyakit covid-19, panduan gizi seimbang, resep masakan bernutrisi, pemilahan sampah, serta higienitas rumah dan toilet.

Program ini dilakukan di 12 kota yaitu Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kab. Cianjur, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kab. Siak, Kab. Kebumen, Kab. Klaten, Kab. Semarang, Kab. Sampang, Kab.Pamekasan, dan Kab. Ngawi.

Mira Damayanti Hardjono, Kepala Divisi JML mengatakan bahwa program Bu Karsa dapat memberikan warna baru bagi masyarakat dalam melakukan implementasi pola hidup sehat. Hal ini dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha perempuan prasejahtera di bidang ultra-mikro.

“Untuk mendukung program cuci tangan secara rutin, lifebuoy juga telah mensupport para ibu – ibu dengan memberikan lebih dari 500.000 hand sanitizer dan 3.000 dus cuci tangan lifebuoy. Dalam melakukan sosialisasi, para fasilitator PNM juga menekankan bahwa proses perilaku hidup bersih dan sehat juga harus didukung oleh terpenuhinya kebutuhan air bersih di rumah.

Mengikuti tren Milenial, program ini juga diupdate secara berkala di Instagram @pnm_jasamanajemen untuk meningkatkan kesadaran terutama bagi kalangan Milenial. Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada program Bu Karsa juga mengedapankan diskusi sebagai upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat yang disertai dengan pemberian materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat bagi para ibu – ibu mekaar.

Adanya program Bu Karsa menunjukan bahwa outreach program dapat dilakukan secara maksimal melalui kolaborasi secara bersama.