Kanalnews.co, TUBAN – Masa musim panen cabai di Tuban segera tiba. Untuk menjaga cabai yang siap panen tersebut, para petani di Grabagan, Tuban, ramai-ramai menjaga ladangnya pada malam hari.
Para petani itu berjaga dan berkeliling di lahan cabai miliknya untuk mencegah aksi pencurian. Aksi pencurian rawan terjadi karena harga capai sedang tinggi-tingginya saat ini.
Langkah para petani cabai ini merupakan sebuah proses pembelajaran dari pengalaman. Sebab, pencurian cabai pernah terjadi tahun lalu, saat harganya sedang tinggi.
“Ini sudah mulai waktunya panen sebentar lagi. Kami berjaga-jaga atau bahasa jawanya Kemit supaya tidak terjadi pencurian,” ujar Basino (45), salah satu petani cabai di Grabagan, Tuban, Sabtu (13/3/2021).
Basino bercerita, ladang cabainya pernah menjadi salah satu yang dipanen maling pada tahun lalu. Dia menderita kerugian saat itu, sehingga di tahun ini mencoba untuk lebih waspada.
“Dulu pernah kemalingan. Yang nyuri itu ngambilnya langsung sekalian sama pohon-pohonnya dibabati (ditebang) semua,” tambahnya.
Mahalnya harga cabai ini menurut Tari, salah seorang petani di Grabagan, ialah karena banyaknya petani yang gagal tanam. Imbasnya, stok cabai dengan kualitas bagus di pasaran sedikit.
“Kalau yang panen banyak, stok melimpah, harganya pasti murah. Tahun ini yang hasil tanamnya bagus sedikit, jadinya mahal. Makanya kami jaga, sampai rela menginap di ladang,” terangnya.
Harga cabai sendiri dari pantauan di pasar daerah Tuban memang tergolong tinggi. Ada di kisaran Rp120 sampai Rp125 ribu. Dengan masa panen yang diperkirakan tersisa sepuluh hari lagi, para petani berharap harganya tak turun. (swt)


































