KANALNEWS.co, Tangerang – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk ( GMF Aero Asia), perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat akan menambah modal dengan terbitkan saham baru.

Demikian ditegaskan Direktur Utama GMF Aero Asia, Iwan Joeniarto di Kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Selasa (6/3). Menurutnya, sebanyak 2,82 miliar saham atau 10 persen dari jumlah modal ditempatkan akan diterbitkan dengan mekanisme tersebut.

Penerbitan saham tersebut, kata dia, akan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau ditujukan ke investor strategis.

Menurut Iwan, penerbitan saham baru ini telah disetujui oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Saham Luar Biasa (RUPSLB).

“Dari total saham baru yang diterbitkan, sebesar 2,33 miliar atau setara 8,28 persen ini akan kita lepas ke strategis investor. Sisanya, 485,6 ribu saham atau 1,72 persen akan kita tempatkan di program MESOP (penyertaan saham untuk karyawan),” kata Iwan.

Iwan masih enggan menjelaskan berapa dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut. Namun, dalam penerbitan saham baru dengan mekanisme PMTHMETD, dana yang dihasilkan sesuai dengan negosiasi oleh perseroan dan investor strategis.

“Akan tetapi, kami usahakan harganya (saham) tidak jauh dari harga IPO,” ujar Iwan.

Dijelaskannya, sekarang masih proses. Penambahan modal, kata dia, ini untuk melaksanakan kegiatan perseroan, ekspansi, dan juga untuk memperkuat struktur modal.

GMF Aero Asia membukukan pendapatan sebesar 439,28 juta dollar AS atau Rp 6,01 triliun (kurs 1 dollar AS = Rp 13.700) sepanjang 2017. Angka ini meningkat 13,02 persen bila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2016 sebesar 388,66 juta dollar AS atau Rp 5,32 triliun.(mul)