Kanalnews.co, JAKARTA – Anggota Fraksi PKS DPR RI Toriq Hidayat  menyatakan bahwa tidak tepat bagi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan kenaikan tarif dasar KRL Commuter Line.P asalnya, masyarakat mengeluh dengan besarnya beban pengeluaran yang harus ditanggung di tengah pandemi.

Belum lagi, harga kebutuhan pokok naik, minyak misalnya. Hal itu membuat daya beli masyarakat masih rendah akibat dampak pandemi Covid-19.

“Pandemi belumlah usai, bahkan ada potensi varian baru Covid-19, yang hadirkan ancaman gelombang ketiga. Seharusnya pemerintah menambah subsidi atas moda transportasi umum ini, daripada berwacana untuk menaikan tarif,” katanya.

Dia mengatakan, sepanjang tahun 2021 terjadi penurunan pengguna KAI Commuter line. Untuk wilayah operasi jabodetabek turun sebanyak 19,6% dibandingkan jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2020.Kondisi itu akibat kebijakan PPKM dan melemahnya daya beli masyarakat.

“Pandemi Akibat, hampir 20% jumlah pengguna KAI Commuter line Jabodetabek turun pada tahun 2021. Namun potensi kenaikan ke depan cukup besar, mengingat sebagian masyarakat mengaku tidak punya pilihan lain sebagai transportasi dengan akses cepat dan lebih nyaman,” ujarnya. (RR)