Oleh: Herwan Febriansyah

KANALNEWS.co, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.  mengumumkan laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi sebesar Rp2,99 trilliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2012. Angka itu mengalami pertumbuhan sebesar 22% dari periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp2,45 triliun.

Rilis yang diterima  redaksi Kanalnews, Rabu (17/10), menjelaskan, Presiden Direktur Bank Danamon, Henry Ho mengatakan, tumbuhnya laba bersih ini didukung  pertumbuhan pada segmen mass market, usaha kecil menengah (UKM) maupun segmen wholesale.

“Perekonomian Indonesia masih relatif terhindar dari efek krisis Uni Eropa, yang berdampak pada perekonomian global. Kokohnya perekonomian Indonesia menciptakan iklim  kondusif bagi industri perbankan nasional, terutama bagi Danamon, sehingga dapat melanjutkan kinerja positif pada sembilan bulan terakhir,” jelas Henry kepada watawan di Jakarta Rabu (17/10).

Kredit Danamon juga tumbuh mencapai Rp113 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 16% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp97 triliun.

Pertumbuhan kredit yang positif ini didukung  pertumbuhan pada pembiayaan pada segmen mass market, mencakup kredit untuk nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods) dan pembiayaan syariah beragunan emas.

Kredit pada segmen mass market ini tumbuh sebesar 14% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 64 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 57% kepada total portofolio kredit Danamon.

Kredit pada segmen UKM juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kredit Danamon dengan pertumbuhan kredit sebesar 25% menjadi Rp 17 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13 triliun dan kredit pada segmen wholesale juga mengalami kenaikan 21% menjadi Rp 14 triliun.

“Segmen UKM merupakan mesin pertumbuhan berkelanjutan dan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, sehingga menjadikan segmen ini sebagai bagian penting dari pertumbuhan kredit kami,” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon.

Pada segmen pembiayaan otomotif Danamon melalui Adira Finance mengalami pertumbuhan sebesar 15% menjadi Rp 45 triliun atau 40% dari total portofolio kredit Danamon, dimana pembiayaan kendaraan beroda empat mencetak pertumbuhan sebesar 32%, sementara pembiayaan kendaraan beroda dua tumbuh sebesar 5%.

Pembiayaan  mobil dan motor  melampaui angka pertumbuhan yang di keluarkan  industri Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di mana penjualan mobil tumbuh sebesar 23,7% dibandingkan tahun lalu, dan penjualan motor turun menjadi minus 13,9% persen yang disebabkan  regulasi down payment (uang muka).

“Pertumbuhan kredit kami di sembilan bulan pertama 2012 juga disertai kualitas aset yang terjaga. Rasio Non-performing loans (NPL) turun menjadi 2,4% dari 2,9% pada akhir kuartal ketiga tahun 2011,” kata Vera

Di sisi pendanaan, giro (current accounts) dan tabungan (saving accounts) tumbuh sebesar 16% dan 20% menjadi masing-masing Rp 13 triliun dan Rp 26 triliun, sehingga rasio current account and saving accounts (CASA)  naik menjadi 44% dibandingkan 38% pada tahun lalu.

Sejalan dengan ini, rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio) berada pada posisi 89,3% dibanding posisi tahun lalu yaitu 86,9%, sementara rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio) untuk sembilan bulan pertama tahun 2012 berada pada posisi 103,5%.

LDR Danamon diimbangi oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasian yang naik menjadi 18,7% dibanding dengan 17,8% pada tahun lalu. Sementara itu, Standalone CAR naik menjadi 18,2% dari 16,5% pada tahun lalu.

“Kami memiliki likuiditas yang cukup untuk melanjutkan pertumbuhan. Kami mengelola likuiditas berdasarkan rasio kredit terhadap pendanaan (loan to funding) ketimbang rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (loan to deposit) standalone,” kata Vera.

Danamon dapat melanjutkan ekspansi jaringannya, termasuk untuk unit Solusi Emas Syariah dengan membuka 99 outlet Solusi Emas Syariah baru selama 12 bulan terakhir.

“Selain itu, dalam satu tahun, Danamon menambahkan 56 cabang konvensional baru dan Adira Finance membuka 76 cabang dan outlet baru, sebagai komitmen kami untuk menjadi lebih dekat dengan para nasabah. Untuk memberikan kemudahan kepada para nasabah, kami juga menambahkan 178 mesin ATM dan 45 mesin setor tunai atau Cash Deposit Machine sejak akhir bulan September 2011 lalu, sehingga jumlah ATM dan mesin setor tunai kami menjadi masing-masing 1.330 dan 50 unit,” tandas Vera.(*)