KANALNEWS.co, Jakarta – ConocoPhillips Indonesia  menyatakan  akan meningkatkan investasinya di Indonesia hingga mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk komitmen perusahaan minyak asal Kanada itu.

Hal tersebut disampaikannya Chairman dan CEO Global ConocoPhillips Company, Ryan Lance saat bertemu Presiden Joko Widodo  di kantor Kepresidenan di Jakarta, Selasa (31/1).

Ryan Lance didampingi Erec S. Issaacson (GM ConocoPhillips Indonesia) bersama Joang Laksanto(Vice President Development and Realtions ConocoPhillips Indonesia) bertemu Presiden Joko Widodo dalam rangka menyampaikan komitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia.

Tampa hadir Menteri ESDM Sudirman Said yang ikut mendampingi  para pimpinan ConosoPhillips, mengatakan bahwa Conocophillips apresiasi terhadap berbagai upaya reformasi yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia di sektor energi dibawah pengawasan Kementerian ESDM maupun di SKK Migas.

Sudirman Said,mengatakan, ConocoPhillipis menyatakan komitmennya untuk terus melakukan upaya pengembangan industri migas, karena ConocoPhillips yaqng sudah lama berada di Indonesia yakni sekitar 40 tahun dan menyatakan ingin terus bersama untuk membangun dan mengembangkan sektor energi.

“ConocoPhillips juga merencanakan investasi ke depan, dan ini suatu apresiasi bagi pemerintah indonesia karena structural reform yang dikerjakan adalah memberikan kepastian dan fairness kepada investasi,” kata Sudirman Said.

Pada kesempatan yang sama, Chairman dan CEO Global ConocoPhillips Company, Ryan Lance, mengatakan cukup senang mendapat sambutan hangat dengan Pemerintah Indonesia, dan selama 40 tahun melakukan investasi di Indonesia, dan akan melakukan investasi sekitar USD 2,5 miliar dalam 4 tahun terakhir.

“Kami juga berencana untuk menginvestasikan 2,5 milyar dolar AS di Indonesia,” katanya.

Ryan menyatakan sangat antusias dengan visi Presiden Jokowi terhadap negara, dan bagi perusahaan seperti ConocoPhilips akan membantu visi tersebut untuk negara dan rakyat Indonesia.

“Kami ingin melanjutkan investasi di negara ini,” pungkas. (mulkani)