KANALNEWS.co – Jakarta, Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Suryamin mengatakan laju inflasi pada Desember 2012 tercatat sebesar 0,54 persen karena kenaikan harga komoditas makanan.
“Namun, inflasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama, dalam dua tahun terakhir,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/1/2012).
Suryamin menjelaskan, kelompok bahan makanan memberikan andil sebesar 1,59 persen, diikuti bahan makanan jadi minuman rokok dan tembakau 0,29 persen serta transportasi komunikasi dan jasa keuangan 0,26 persen.
Kemudian, kelompok sandang memberikan andil 0,24 persen, kesehatan 0,18 persen, perumahan air listrik gas dan bahan bakar 0,17 persen serta pendidikan rekreasi dan olahraga 0,05 persen.
Dengan demikian, laju inflasi komponen inti pada Desember tercatat sebesar 0,28 persen atau secara tahunan “year on year” (yoy) tercatat 4,4 persen.
Menurut Suryamin, laju inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,57 persen dan Manokwari 1,89 persen. Sedangkan inflasi rendah tercatat di Kendari 0,02 persen. “Dari 66 kota IHK, seluruhnya mengalami inflasi,” katanya.
Sementara secara nasional, laju inflasi nasional di tahun 2012 tercatat sebesar 4,3 persen. Angka tersebut sama seperti laju inflasi secara tahunan atau “year on year” (yoy) yang tercatat 4,3 persen.
Pemerintah dalam APBN-Perubahan 2012 memberikan asumsi laju inflasi 6,8 persen dengan catatan terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara dalam APBN 2012, asumsi laju inflasi 5,3 persen.
Penulis : Herwan Pebriansyah




































