KANALNEWS.co, Jakarta – Untuk mengupayakan rekonsiliasi terhadap tim-tim yang bermain di kompetisi Indonesian Super League (ISL) maka PSSI akan berusaha untuk meminbta bantuan kepada Nirwan Dermawan Bakrie yang merupakan mantan Wakil Ketua Umum PSSI era Nurdin Halid. Hal tersebut agar permasalahan dualisme kompetisi profesional di Indonesia ini bisa segera diselesaikan.

“Untuk mempercepat upaya rekonsiliasi ini, kami berencana untuk meminta bantuan terhadap pak Nirwan (Bakrie). Semoga beliau bisa membantu agar permasalah ini tidak berlarut-larut,” ujar Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (2/4) petang.

Dijelaskan Djohar, diminta batuannya Nirwan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dikarenakan Nirwan dinilai memiliki pengaruh yang kuat terhadap klub-klub ISL tersebut. “Pengalaman dan dihormatinya beliau oleh klub-klub menjadi alasan kami untuk meminta bantuannya,” ujar Djohar yang Senin petang  akan bertolak ke Ternate, Maluku Utara untuk membuka turnamen Liga Remaja Piala Soeratin U18 padapetang nanti.

Dikatakan Djohar, Nirwan yang juga pemilik klub Pelita Jaya ini bisa menjadi jembatan antara PSSI dan klub-klub LSI untuk mencapai kata sepakat. FIFA dalam keputusan di rapat komite eksekutif di Zurich, Swiss, 29-30 Maret lalu, memberi tambahan waktu hingga 15 Juni 2012 kepada Indonesia untuk menyelesaikan masalah dualisme kompetisi.

“Tentunya beliau sebagai pencinta sepak bola, juga tidak ingin Indonesia mendapat sanksi FIFA. Kami yakin nantinya upaya beliau bisa meredakan masalah ini dan sepak bola kita bisa kembali berjaya,” ujar Djohar sembari mengatakan kalau pihaknya juga akan tetap berupaya mengintensifkan komunikasi dengan klub-klub ISL melalui tim rekonsiliasi yang telah dibentuknya.

Meski dua pertemuan awal yang sudah digagas urung terjadi akibat klub-klub LSI tidak datang, Djohar tetap percaya kata sepakat akan tetap tercapai. “Kami akan tanyakan apa mau mereka terkait dengan format rekonsiliasi. Selama ini kan banyak informasi yang tidak sampai kepada klub secara utuh,” ujarnya.

Namun Djohar masih belum bisa memastikan kapan dirinya akan bertemu dengan Nirwan untuk membicarakan masalah tersebut. “Masih kita cari dulu waktunya. Tapi yang jelas kami akan segera bertemu untuk meminta masukan terkait dengan rencana membangun sepak bola Indonesia ke depan,” ujar pria yang pernah menjadi Sekjen KONI Pusat era Agum Gumelar ini.

Pertemuan Djohar dan Nirwan sebenarnya pernah terjadi beberapa waktu lalu yang digagas oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Diakuinya kalau pertemuan itu sebagai  upaya untuk mencari solusi dalam menyelesaikan dualisme kompetisi sepak bola nasional. Namun saat itu Djohar enggan memerinci mengenai pembicaraan pada saat itu. Ranoe Nirawan/Jurnas