Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Penangkapan empat tersangka kasus korupsi ekspor minyak goreng menjadi pertanyaan. Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menilai penetapan tersangka kasus tersebut hanya gimik semata.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan empat tersangka kasus korupsi ekspor minyak goreng. Salah satunya adalah Dirjen Perdagangan Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.

Anis menilai penetapan empat tersangka tersebut hanya untuk mengobati amarah masyarakat. Sementara permasalahan nyata yang dirasakan masyarakat belum diselesaikan.

“Pemerintah saat ini sedang bingung, tidak punya solusi secara fundamental untuk menyelesaikan masalah, yang ada hanya tambal sulam saja,” kata Anis Matta.

“Tidak ada ruang untuk gimik, misalnya menangkap orang-orang dalam kasus minyak goreng, hanya sebentar memuaskan kemarahan rakyat. Tetapi sekarang ini masalah riilnya adalah begitu orang tidak bisa belanja, maka perut langsung terpengaruh,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia mendukung adanya aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Ia menilai masalah minyak goreng harus diselesaikan sistematik dan komprehensif.

“Masalah sekarang tidak bisa diselesaikan dengan tambal sulam, harus ada pendekatan sistematik dan komprehensif. Situasi sekarang akan menentukan, mana pemimpin yang autentik, pemimpin yang murni atau pemimpin pencitraan,” katanya.

“Saya hanya ingin menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa, Anda sudah menyalakan alarm zaman, jangan berhenti melakukan revolusi sosial, teruskan. Kita berikan dukungan moral sepenuhnya kepada teman-teman mahasiswa yang turun ke jalan. Karena kita yakin, nafas mereka panjang, tetapi mereka tetap membutuhkan dukungan moral. Ini semakin meyakinkan kita, bahwa yang mereka lakukan itu benar adanya,” tegas Anis. (ads)