KANALNEWS. co – Yogyakarta, Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta meminta jaminan perlindungan keamanan pasca insiden Lapas Cebongan, Sleman. Empat warga NTT tersangka pelaku pengeroyokan hingga tewas anggota Grup 2 Kopassus TNI AD, tewas di sel tempat mereka ditahan, di LP Cebongan, Sleman, Sabtu dini hari ini.
Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta sekaligus kerabat dari korban insiden LP Cebongan, Yongki Laurensius, di Sleman, Sabtu, mengatakan, kejadian yang melibatkan warga NTT bukan pertikaian suku.
Sementara kerabat dekat korban lain insiden di penjara itu, Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), Piter Joko menyayangkan sistem pengamanan LP Cebongan.
Joko juga mempertanyakan alasan pemindahan Dedi, dari Markas Polda DIY ke LP Cebongan, Sleman. Sebab, Dedi belum tiga hari tiga hari ditangkap polisi. Ia mengatakan, “Pemindahan Dedi tidak dikomunikasikan dengan pihak keluarga.”







































