KANALNEWS.co, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprediksi jumlah pemudik pada masa Lebaran 2017 mencapai 11 juta orang atau mengalami lonjakan dibandingkann dengan tahun lalu dan umumnya pemudik menggunakan transportasi umum.
“Prediksi kami pemudik tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang sesuai data dan laporan jumlahnya mencapai 10,7 juta penumpang,” ujarnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Rabu (21/6/2017)
Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo mengatakan bahwa jumlah total penumpang arus mudik dan balik yang diperkirakan mulai dari “H-10” sampai “H+15” adalah 11.136.740 orang atau meningkat 3,79 persen dari jumlah 10.730.540 penumpang tahun 2016 dan sebagai upaya memperlancar arus mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 hijriah ini Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan moda transportasi untuk pemudik.
Tahun ini, moda transportasi yang disediakan adalah 5.805 bus untuk mengangkut 5.916.751 penumpang, 49 armada kapal untuk mengangkut 1.912.365 penumpang, kemudian jumlah penerbangan di bandara disiapkan sebanyak 412 flight untuk mengangkut 1.858.265 penumpang. Selain itu untuk penumpang kereta api yang merupakan moda transportasi favorit juga disediakan 604 gerbong untuk mengangkut 1.249.462 penumpang.
Pemprov Jatim juga mengadakan program mudik dan balik gratis. Para pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor disediakan delapan truk mengangkut 400 sepeda motor. “Tujuannya adalah mengurangi terjadinya kecelakaan di jalan raya yang memang pengemudi roda dua cukup banyak menjadi korban,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Untuk jalur darat, Pemprov Jatim juga menyediakan mudik dan balik gratis menggunakan bus sebanyak 777 armada untuk mengangkut 73.535 orang, serta bus shuttle yang fungsinya mengangkut pemudik dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Terminal Purabaya.
“Kami berharap sekaligus bertekad agar tercipta nol kecelakaan selama arus mudik dan balik berlangsung. Kami imbau pemudik yang lelah agar beristirahat untuk meminimalisasi kecelakaan di beberapa rest area yang disiapkan, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta,” katanya. (Setiawan)







































