KANALNEWS.co, Sabang – Warga Sabang, Aceh sangat antusias mengunjungi stand Museum Olahraga Nasional pada acara pembukaan Gowes Pesona Nusantara 2017 yang merupakan bagian dari program nasional Ayo Olahraga yang di inisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pembudayaan Olahraga.
Sabuk juara dunia dan replika sarung tinju dari Asosiasi Tinju Dunia (WBA) milik Chris John yang kini menjadi koleksi Museum Olahraga Nasional yang terletak di dalam kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah menjadi pusat perhatian pengunjung, selain sabuk Chris John, didalam stand berukuran 4×4 meter juga memamerkan raket mantan petenis Yayuk Basuki, raket maestro bulu tangkis Rudi Hartono, serta medali dan sepatu mantan sprinter Mardi Lestari.
Pengunjung stand Museum yang menyimpan koleksi para atlet-atlet dengan torehan prestasi yang telah membanggakan nama Indonesia di umumnya adalah pelajar.
Akbar Maulana, pelajar kelas 6 SD yang berkunjung bersama rekannya Taufik, tampak mengagumi replika sarung tinju emas yang dipersembahkan oleh asosiasi tinju dunia kepada Chris John sebagai petinju paling lama mempertahankan gelar juara. Disamping replika, juga dipamerkan sabuk juara dunia kelas bulu.
Beberapa pemuda kemudian meminta izin kepada Lilik Rusli, petugas stand untuk berfoto meniru aksi Chris John di atas ring.
Tak ketinggalan seorang ibu juga tampak mengajak putrinya berusia pelajar kelas 3 SD untuk melihat sepasang sepatu dan raket yang pernah digunakan Rudi Hartono. “Mama dulu tidak pernah lupa menyaksikan pertandingan Piala Thomas dan Uber di televisi dan Rudi Hartono adalah salah satu idola mama,” kata ibu bernama Khairani itu kepada anaknya.
Namun sang anak hanya menggeleng ketika ditanya apakah pernah mendengar atau mengetahui nama- nama pahlawan olahraga Indonesia. “Anak anak sekarang lebih akrab dengan gadget dan film Korea, makanya anak-anak sengaja saya ajak melihat stand museum ini,” kata Khairani yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga.
Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago yang datang ke Sabang untuk mendukung Program Gowes Pesona Nusantara itu mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk selalu hadir di setiap event olahraga agar keberadaan museum semakin dikenal masyarakat.
“Saya yakin, secara bertahap masyarakat akan semakin mengenal keberadaan museum olahraga dan menyadari jasa dan perjuangan atlet dalam membela negara melalui prestasi olahraga,” kata Herman.
Keberadaan museum olahraga, menurut Herman, akan semakin mendapat tempat dengan disediakaannya ruang seluas 5.000 meter persegi di salah satu bagian Stasiun Gelora Bung Karno di Senayan Jakarta.
“Diharapkan museum tersebut selesai menjelang Asian Games 2018 mendatang dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” kata Herman menambahkan. (Herwan)




































