KANALNEWS.co, Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf mengaku pihaknya belum menerima official letter atau surat resmi dari Kedutaan Besar AS di Indonesia terkait larangan berpergian (Travel Warning) warga Amerika ke Surabaya.
Terkait dengan larangan tersebut kepolisian Jatim telah melakukan langkah antisipasi, seperti menempatkan personel di tempat objek-objek vital yang biasa dikunjungi warga AS di Surabaya atau Jatim pada umumnya.
“Saya sudah mengantisipasi, tapi kebijakan dari Kedubes AS itu tidak ada kaitannya dengan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501,” katanya di Surabaya (5/1/2015).
Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengaku pihaknya telah melakukan antisipasi melalui pengamanan sejumlah objek vital, di antaranya Hotel JW Marriott, Hotel Shangrila, KFC, dan Mc Donalds.
“Kami menghargai travel warning dari Kedubes AS. Karena itu, sejumlah personel kami siagakan di objek-objek vital. Hanya, kami minta warga tidak panik, sebab sampai saat ini situasi Surabaya masih kondusif,” katanya.
Secara terpisah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan bahwa kota Surabaya tetap aman terkendali. “Surabaya aman-aman saja. Kalau ada sesuatu pasti ada informasi sampai ke saya. Di tiap-tiap kecamatan, kami ada petugas. Setiap malam, mereka up-date informasi, bahkan listrik mati saja dilaporkan,” katanya. (Setiwan)







































