Foto Kemenpora

 

Kanalnews.co, SURAKARTA– Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Indonesia yang akan berlaga di ASEAN Para Games ke-13. Prosesi pengukuhan berlangsung di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/1) pagi.

Dalam acara tersebut, Erick hadir bersama Wakil Menpora Taufik Hidayat serta Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, didampingi jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Indonesia menurunkan kekuatan besar dengan mengirim 290 atlet yang akan bertanding di 18 cabang olahraga pada ajang yang digelar di Thailand pada 20-26 Januari 2026. Pemerintah menargetkan kontingen Merah Putih finis di tiga besar klasemen akhir dengan perolehan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu.
Erick Thohir secara simbolis mengukuhkan kontingen sekaligus menyampaikan doa dan harapan agar para atlet mampu mengharumkan nama bangsa.

Ia menegaskan target yang dipasang harus diiringi dengan semangat juang dan keyakinan diri.

“Saya secara resmi mengukuhkan dan melepas kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games ke-13. Semoga perjuangan ini diberkahi dan mampu mencapai target yang sudah ditetapkan,” ujar Erick dalam sambutannya.

Menpora juga menyebut para atlet sebagai pejuang bangsa yang membawa kehormatan Indonesia di level internasional. Ia mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan wajah dan martabat bangsa di mata dunia.

“Ini adalah kehormatan bagi saya bisa melepas para pejuang Indonesia. Kalian adalah duta bangsa,” ucap Erick disambut tepuk tangan para atlet.

Lebih lanjut, Erick memberikan motivasi dengan menekankan pentingnya konsistensi dan kerja keras. Menurutnya, mimpi besar tidak akan tercapai tanpa disiplin dan usaha nyata dalam keseharian.

“Kalian menjadi contoh bagi banyak orang. Kalian bukan hanya bermimpi, tapi bekerja setiap hari dengan fokus untuk mewujudkannya,” kata Erick.

Ia optimistis Indonesia mampu kembali bersaing di papan atas meski harus menghadapi tekanan sebagai tim unggulan serta persaingan ketat dari tuan rumah Thailand dan Vietnam. Erick meminta para atlet tidak gentar dan tetap tampil percaya diri.

“Jangan minder menghadapi siapa pun. Entah nanti peringkat dua atau tiga, yang terpenting adalah memberikan performa terbaik,” pesannya.

Menpora menutup arahannya dengan yel-yel penyemangat yang disambut antusias seluruh kontingen. Indonesia sendiri datang ke ASEAN Para Games dengan status mentereng setelah tiga edisi sebelumnya selalu keluar sebagai juara umum ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut. (sis)