Foto Antara

Kanalnews.co, JAKARTA – Sebanyak 98 tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya akan dibongkar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan proses pembongkaran dimulai pada Rabu (14/1).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan berencana mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos untuk menyaksikan langsung proses tersebut. Menurut Pramono, proyek monorel yang mangkrak sejak lama itu menjadi beban psikologis tersendiri bagi Bang Yos.

“Monorel yang dibangun sejak 2004 itu akan kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa melihat langsung, supaya beliau bisa lebih tenang karena proyek ini rupanya menjadi beban pribadi,” kata Pramono saat menghadiri ziarah makam pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk meneruskan kebijakan-kebijakan positif dari para gubernur pendahulunya. Ia menyebut pembangunan Jakarta tidak bisa dilepaskan dari kesinambungan kepemimpinan.

“Saya selalu sampaikan, yang ingin saya lakukan sederhana, melanjutkan hal-hal baik yang telah dikerjakan gubernur sebelumnya,” ujarnya.

Proyek monorel Jakarta sendiri dimulai pada 2004 dan ditandai dengan peresmian pemasangan tiang pancang pertama oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kawasan Senayan. Saat itu, Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Namun, proyek tersebut tersendat akibat persoalan pendanaan yang dialami PT Jakarta Monorail (PT JM) selaku pengembang dan investor.

Nilai proyek monorel disebut mencapai USD 450 juta. PT JM dinyatakan tidak mampu memenuhi komitmen investasi sebesar USD 144 juta, sehingga pembangunan berhenti dan menyisakan tiang-tiang beton yang tak pernah difungsikan.

Pada 2011, di era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, proyek tersebut resmi dihentikan. Sengketa pembiayaan sempat mencuat, namun Pemprov DKI kala itu hanya bersedia membayar sesuai rekomendasi BPKP.

Untuk pembongkaran dan penataan kawasan, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Pramono menekankan dana tersebut tidak semata-mata untuk merobohkan tiang monorel.

“Anggaran Rp 100 miliar itu bukan hanya untuk bongkar tiang. Termasuk penataan jalan, trotoar, dan perapihan kawasan Jalan Rasuna Said secara keseluruhan,” tegasnya. (pht)