Kanalnews.co, JAKARTA – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh menyalurkan bantuan pendidikan kepada puluhan mahasiswa korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Sebanyak 51 mahasiswa menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disalurkan atas nama Pengurus Pusat ISNU sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak ekonomi pascabencana.

Bantuan tersebut diserahkan melalui kunjungan langsung ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan secara kolaboratif bersama Lazisnu Pusat PB NU dan PCNU Kota Langsa. Rombongan dipimpin Ketua PW ISNU Aceh, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution MA didampingi unsur Lazisnu serta jajaran pengurus PCNU Kota Langsa.

Selain bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak, rombongan juga memberikan dukungan khusus di sektor pendidikan dengan menyerahkan bantuan pembayaran UKT mahasiswa secara simbolis.

Dana bantuan pendidikan ini bersumber dari Lazisnu PB NU dan lembaga filantropi Pengurus Pusat ISNU di Jakarta, sebagai upaya menjaga keberlanjutan studi mahasiswa yang terdampak bencana.

Ketua PW ISNU Aceh Prof Ismail menyampaikan pendidikan tidak boleh terhenti meskipun mahasiswa berada dalam kondisi sulit akibat musibah alam. Menurutnya, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial ISNU.

“Bencana tidak seharusnya menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan kuliah. Melalui bantuan UKT ini, ISNU ingin memastikan semangat belajar tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antarstruktur Nahdlatul Ulama dan lembaga filantropi yang bergerak cepat merespons dampak bencana. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat perlindungan sosial, terutama bagi mahasiswa yang masuk kelompok rentan.

Di sisi lain, mahasiswa penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya dukungan UKT tersebut. Mereka menyampaikan rasa terima kasih karena bantuan ini meringankan beban keluarga yang kondisi ekonominya terdampak banjir.

PW ISNU Aceh berharap program ini tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta menggerakkan filantropi pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama dan masyarakat secara luas. (ads)