Foto FIFA.com

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Perbincangan soal calon pelatih Timnas Indonesia tak hanya berhenti pada nama besar, tetapi juga menyentuh aspek krusial lain yaitu besaran gaji dan capaian prestasi. Tiga sosok yang kerap dibandingkan adalah John Herdman, Patrick Kluivert, dan Shin Tae-yong-masing-masing datang dengan latar belakang dan rekam jejak berbeda.

John Herdman: Gaji Lebih Rendah, Reputasi Global

John Herdman baru saja disebut akan menerima bayaran sekitar USD 40 ribu atau Rp670 jutaan per bulan jika resmi menukangi Timnas Indonesia.

Meski nilainya lebih kecil dibanding pendahulunya, Herdman membawa reputasi mentereng di level internasional.
Pelatih asal Inggris itu dikenal sebagai arsitek kebangkitan sepakbola Kanada.

Ia sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah prestasi bersejarah setelah absen lebih dari tiga dekade. Herdman juga punya rekam jejak kuat dalam membangun fondasi tim jangka panjang.

Patrick Kluivert: Nama Besar, Minim Dampak

Patrick Kluivert disebut mengantongi gaji sekitar Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan saat menangani Timnas Indonesia. Secara finansial, nominal tersebut tergolong tinggi, sebanding dengan statusnya sebagai legenda sepak bola Belanda dan mantan pemain Barcelona.

Namun, dari sisi hasil, kontribusi Kluivert dinilai belum meninggalkan dampak signifikan. Timnas belum menunjukkan lonjakan prestasi besar selama masa kepemimpinannya, sehingga gaji tinggi yang diterima kerap menjadi sorotan publik.

Shin Tae-yong: Mahal, tapi Sarat Prestasi

Nama Shin Tae-yong masih dianggap sebagai standar emas. Dengan bayaran sekitar Rp1,9 miliar per bulan, Shin menjadi pelatih Timnas Indonesia dengan gaji tertinggi sejauh ini.

Gaji tersebut dinilai sepadan dengan hasil kerja. Shin berhasil membawa Timnas Indonesia menembus final Piala AFF, lolos ke Piala Asia, serta meningkatkan level permainan skuad Garuda hingga mampu bersaing di level Asia. Ia juga dikenal sukses melakukan regenerasi pemain dan membangun mental tim. (ads)