Kanalnews.co, PROBOLINGGO -Biasanya, klub mobil identik dengan touring, nongkrong di bengkel modifikasi, atau sekadar kumpul di rest area. Namun, Club Isuzu Panther Pakopak Probolinggo memilih jalan lain.
Komunitas pecinta Isuzu Panther yang berdiri sejak 2020 ini justru menjadikan kegiatan religius sebagai “bahan bakar” kebersamaan.
Pada Minggu (24/8/2025) sore, rumah Susanto, salah satu anggota di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, kabupaten setempat, tampak ramai. Karpet-karpet sudah dihampar rapi. Di ruang tengah ibu-ibu terlihat anggun dengan busana muslimahnya. Sementara para anggota duduk bersila melantunkan kasidah sholawat sembari menunggu semua anggota berkumpul.
Tak lama kemudian, serentak surat Yasin dibacakan, dilanjutkan dengan Tahlil, hingga pembacaan Maulid Nabi S.A.W, dan ditutup dengan do’a.

Inilah agenda rutin Panther Pakopak Probolinggo, bukan di bengkel, bukan di jalan raya, tapi di ruang tamu salah satu anggotanya.
“Bagi saya ini sesuatu yang istimewa. Rumah saya jadi tempat berkumpul saudara-saudara dari Panther Pakopak Probolinggo. Suasananya cukup hangat, seperti keluarga besar. Tidak hanya sekadar kumpul, tapi juga saling mendoakan,” ungkap Susanto.
Ketua Club Isuzu Panther Pakopak Probolinggo, Halil, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ritual.
“Setiap bulan kami mengadakan kegiatan seperti ini. Rolling dari rumah ke rumah supaya semua bisa saling berkunjung dan silaturahim tidak putus. Sesuai dengan anjuran Kanjeng Nabi; ‘sebarkanlah salam, dan sambunglah tali silaturahim’,” jelasnya.
Bagi mereka, keakraban tak melulu lahir dari perjalanan jauh bersama mobil. Justru dari lantunan doa dan canda sederhana selepas acara, hubungan antar anggota semakin erat dan khidmat.
Meski berawal dari hobi otomotif, komunitas ini tak berhenti pada kumpul-kumpul. Mereka juga aktif menebar manfaat dengan agenda sosial. Setiap Idulfitri dan 1 Muharram, Panther Pakopak Probolinggo menggelar santunan anak yatim dan kaum duafa.
Saat ini, Panther Pakopak memiliki 104 anggota terdaftar. Sekitar 30 orang di antaranya rutin hadir dalam kegiatan bulanan ini. Semuanya berasal dari Kabupaten Probolinggo.
“Semua kegiatan yang kami lakukan tujuannya satu, menjaga kebersamaan, bersyukur, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tegas Halil.
Lebih dari sekadar komunitas mobil, Panter Pakopak seakan menegaskan bahwa kekompakan bisa lahir dari doa bersama, bukan hanya dari deru mesin. (Fa)



































