Kanalnews.co, JAKARTA– Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan. Dua kegiatan mengusung tema ‘ISNU Merawat Jagat’ akan digelar: Fun Walk dan Gerakan Nasional Penanaman Pohon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pra-Pelantikan dan Mukernas Pimpinan Pusat ISNU, sekaligus menjadi momentum peluncuran Gerakan Nasional Penanaman Pohon, dengan target menanam satu juta pohon di seluruh Indonesia.

Kegiatan Fun Walk dimulai dari titik start di depan Gedung Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6 Jakarta, Jakarta Pusat dan finish di Radio
Republik Indonesia (RRI), Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 4-5 Jakarta Pusat.

Acara diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk jajaran pengurus ISNU, perwakilan dari Lembaga dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama, serta masyarakat umum.

Keputusan ISNU Mengambil tema ‘Merawat Jaga’ juga bukan tanpa alasan. Mereka mau menunjukkan filosofi Nahdlatul Ulama tentang pentingnya menjaga bumi sebagai bentuk tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menegaskan program ini bukan sekadar seremonial. Tapi ISNU merancang program penanaman pohon sebagai gerakan jangka panjang melibatkan seluruh struktur organisasi, dari Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Cabang Khusus (PCK), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU.

“ISNU hadir secara konkret merespons isu lingkungan global. Kami mentransformasikan semangat keilmuan dan keagamaan menjadi aksi nyata, dengan target Satu Juta pohon yang ditanam secara terukur dan
berkelanjutan,” ujar Prof. Kamaruddin.

Terkait filosofi ‘Merawat Jagat’ menurutnya diambil dari spirit Islam hingga Fikrah Nahdliyyah. Gerakan “ISNU Merawat Jagat” berangkat dari refleksi nilai-nilai Islam dan khasanah ke-NU-an yang memandang bumi sebagai amanah, bukan objek eksploitasi.

Menurut Prof Kamaruddin dalam
pandangan Islam, manusia berperan sebagai khalifah penjaga dan pelindung alam semesta. Apalagi di tengah krisis iklim, pencemaran, dan kerusakan lingkungan yang makin mengkhawatirkan, ISNU mengambil peran aktif dengan menjadikan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk jihad ekologis.

Gerakan ini memperlihatkan spiritualitas dan kerja nyata bisa berjalan seiring dalam menghadapi tantangan zaman.

Penanaman Satu Juta Pohon: Sistematis, Terukur, dan Inklusif ISNU menargetkan penanaman satu juta pohon dalam waktu yang telah ditentukan, dengan pelibatan seluruh struktur organisasi: dari Pimpinan Pusat (PP), Wilayah (PW), Cabang (PC), Pimpi nan Cabang Khusus (PCK), hingga Anak Cabang (PAC).

Setiap level diberi mandat dan fleksibilitas untuk berinovasi sesuai kondisi geografis
dan sosial masing-masing daerah. Adapun jenis pohon yang ditanam dipilih secara kontekstual, urban (pohon pelindung dan peneduh kota, seperti trembesi dan pohon
lainnya), pertanian (pohon produktif seperti mangga, durian, dan alpukat), daerah rawan longsor: bambu dan trembesi sebagai penguat struktur tanah, pesisir (mangrove sebagai benteng alami dari abrasi).

ISNU juga menerapkan sistem pendataan digital. Setiap pohon memiliki nomor identifikasi, titik koordinat GPS, foto, dan penanggung jawab, guna menjamin transparansi dan keberlanjutan.

Dengan jaringan yang menjangkau hingga ke desa-desa, kekuatan ISNU ada pada
struktur akar rumputnya. Di berbagai daerah, PAC ISNU telah memulai pemetaan
lahan, pelatihan teknis penanaman, serta menjalin kemitraan dengan sekolah,
pesantren, masjid, hingga kelompok tani.

Penanaman pohon bahkan telah menjadi bagian dari kegiatan sosial dan keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, Hari Santri, hingga program Ramadan. Gerakan ini tidak hanya membangun ruang hijau, tapi juga menumbuhkan budaya cinta lingkungan yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari Pohon ke Peradaban ISNU meyakini setiap batang pohon yang ditanam adalah simbol harapan. Gerakan ini bukan hanya soal penghijauan secara fisik, tetapi juga penghijauan cara berpikir dan cara hidup.

Sebuah investasi jangka panjang untuk membangun peradaban yang berkeadilan ekologis.

“Kalau satu organisasi bisa menanam satu juta pohon, bayangkan jika semua
elemen bangsa ikut serta. Kita bisa menyelamatkan bumi dengan tangan-tangan kita sendiri,” tambah Prof. Kamaruddin.

Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., didampingi oleh pengurus ISNU lainnya, secara simbolis membagikan ratusan bibit pohon kepada peserta untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Dari Sarjana, Untuk Semesta.

“ISNU Merawat Jagat” adalah gerakan dari kalangan intelektual Islam yang tidak hanya mengandalkan wacana, tapi juga menyentuh aksi konkret. Ini adalah wujud cinta terhadap bumi dan tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang.

ISNU menunjukkan para sarjana NU berpikir bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk seratus tahun ke depan.

“Dengan menanam pohon, mereka menanam harapan. Dengan merawat jagat, mereka sedang menumbuhkan masa depan,” pungkas Prof Kamaruddin. (ads)