
Kanalnews.co, JAKARTA– Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya terealisasi. Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkapkan isi pertemuan.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat, pada Senin (7/4) kemarin. Sebelum pertemuan, Prabowo sempat mengirimkan sayuran untuk Megawati.
“Ya, pertimbangan khususnya nggak ada, karena Presiden, Ibu Mega kan senior ya, usia lebih, Presiden lebih mendahului, jadi saya kira itu tata krama,” kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2025).
“Sayur-mayur adalah sayur-mayur dikirim oleh Pak Presiden Prabowo kepada Ibu Mega, adalah sayur-mayur organik. Semua buatan dan produksi para petani sayur-mayur kita sehingga barangkali itu, ya sayur mayur itu barangkali itu bisa digunakan untuk menjelang Ramadan ketika itu. Menjelang, maksudnya Idul Fitri,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Muzani menyebut Megawati berbagi pengalaman saat menjadi presiden. Prabowo dan Megawati membahas pemberlakuan tarif Trump ke Indonesia senilai 32%.
“Ibu Megawati lebih banyak berbicara tentang pengalaman beliau sebagai Presiden ketika menghadapi situasi yang tidak gampang dalam pemulihan ekonomi nasional karena Pak Prabowo juga bicara tentang berbagai macam problem dan tantangan global yang sekarang ini mengemuka,” kata Muzani.
“Utamanya akibat dari kebijakan Presiden Donald Trump berkaitan dengan pengenaan tarif yang digunakan untuk produk-produk Indonesia terhadap ekspor di Amerika dan banyak negara-negara yang juga terkena,” katanya.
Dengan kondisi ekonomi saat ini, Muzani menyebut Prabowo dan Megawati sepakat menjadi momentum bagi produk Indonesia untuk bangkit.
“Keduanya juga sepakat bahwa ini harus dijadikan momentum untuk melakukan kebangkitan bagi produk-produk Indonesia karena menggunakan produk impor itu juga barangkali juga akan makin mahal, maka hanya produk-produk tertentu saja yang mungkin akan terus dilakukan impor,” ungkap Muzani.
“Inilah waktunya produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri Indonesia. Maka cintailah produk-produk Indonesia. Itulah beberapa hal yang dibicarakan oleh kedua pemimpin di dalam pertemuan hampir satu setengah jam, yang saya dapatkan dari penjelasan Pak Prabowo kepada kami,” tambahnya. (ads)


































