Ilustrasi

 

Kanalnews.co, GOWA– Kepolisian Gowa sudah mendapatkan izin dari keluarga untuk membongkar makam DS (20) kakak bocah yang dicongkel matanya oleh orangtuanya. Polisi ingin menyelidiki apakah benar anak muda tersebut meninggal karena dicekoki air garam?

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan menjelaskan keluarga korban sudah memberikan persetujuan agar membongkar makam DS tersebut. Kepolisian masih menunggu kesiapan tim forensik untuk melakukan autopsi.

“Kalau keluarga sudah buat surat pernyataan mendukung upaya kepolisian (membongkar makam). Ya ini untuk mengetahui penyebab korban. Kalau kita tidak autopsi, kan banyak yang spekulasi, ada yang bilang makan garam,” kata Tambunan.

“Itu kan isu yang muncul di masyarakat, mati makan garam. Itu yang mau kita pastikan juga. Kami masih berkoordinasi dengan dokter forensik untuk kesiapannya. Kalau sudah siap, baru kita mulai,” katanya.

Polres Gowa sebelumnya menegaskan bahwa kasus kematian DS dan AP merupakan dua kasus yang berbeda. Terkait kasus AP, polisi sudah menetapkan empat tersangka yaitu ayah, ibu, kakek dan nenek. (ads)