Foto ilustrasi

Kanalnews.co, MEDAN – Kabid Polda Sumut Kombes Pol. Hadi Wahyudi memberikan penjelasan terkait video yang diduga suntik vaksin kosong saat program vaksinasi anak di SD yang terletak di daerah Medan, beberapa waktu lalu. Polisi saat ini disebutnya masih memeriksa para saksi.

“Saat ini Polda Sumut telah memeriksa 13 saksi, dan termasuk dua orang siswi SD Labuhandeli yang menjadi korban vaksinasi kosong,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini Polda Sumut masih melakukan upaya pengembangan dan pendalaman kasus vaksinasi kosong. Selain itu, penyidik juga mengaudit jumlah vaksin yang digunakan pencapaian target vaksinasi lainnya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera utara dan saksi-saksi ahli lainnya.

“Mengenai motif tersebut pelaku menyuntikkan vaksin kosong kepada siswi tersebut,masih dalam penyidikan. Dalam kasus vaksinasi kosong ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Polda Sumut memang langsung merespon cepat dan mendalami rekaman video yang viral serta memeriksa pihak-pihak terkait. Sebelumnya Gubernur Edy Rahmayadi juga telah menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. (RR)