Ilustrasi (shutterstock)

Kanalnews.co, SURABAYA – Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil mengamakan tersangka wanita berinisial NS alias Mami (41) warga Dusun Suko, Desa Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

NS ditangkap terkait kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal itu diungkap oleh Unit III Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim hari ini, Kamis (25/11).

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menuturkan, harga booking atau kencan tiap wanita yang ditawarkan NS bervariatif. Namun, setiap wanita yang dikencani oleh lelaki hidung belang tersebut diberi uang sekitar Rp200.000 oleh Mami.

Lebih lanjut, Kombes Gatot menerangkan, korban yang dijual oleh NS diketahui sebanyak 29 perempuan, yakni 23 dewasa dan sisanya 6 orang masih dibawa umur.

Adapun modus yang tersangka lakukan ialah dengan menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial Facebook. Tawaran pekerjaan tersebut menjanjikan korban untuk dijadikan LC di Pulau Bali dengan gaji yang cukup besar, yakni 10-15 juta per bulan.

Dengan iming-iming tersebut, tersangka membuat para korban dari berbagai daerah seperti Bandung, Lampung, maupun Jakarta, tertarik. Alih alih mendapatkan pekerjaan, puluhan perempuan ini justru dijerumuskan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Kronologisnya, pada tanggal 15 Nopember 2021 sekira pukul 09.00 WIB. Korban inisial TR kabur melompat tembok belakang rumah mami Ambar,” kata Kombes Gatot.

Kemudian, Gatot melanjutkan, korban yang terluka tersebut lalu menelfon travel. Ia pun pergi ke arah Surabaya dan meminta bantuan warga.Korban lantas diantar warga melapor ke Polrestabes Surabaya.

“Sehingga anggota dari polrestabes koordinasi dengan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Setelah menerima laporan tersebut, tim bergerak cepat untuk memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang untuk melakukan penangkapan kepada Mami Ambar. Pada tanggal 15 November 2021, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumahnya dan pada tanggal 16 November 2021, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka,” tambah Kombes Gatot.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Junto Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling singkat 3 tahun dan denda Rp 120.000.000,00 paling banyak Rp 600.000.000,00. Selain itu juga Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak, maka ancaman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga). (RR)