Foto Antara

Kanalnews.co, PALANGKARAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto hari ini meninjau situasi lapangan dan pos pengungsi banjir di lima titik di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (21/11).

Dalam keterangannya, agenda tersebut menjadi rangkaian kunjungan kerja Suharyanto setelah sebelumnya juga melakukan kunjungan kerja meninjau banjir di Kalimantan Barat.

Kelima lokasi tersebut antara lain, Pos Pengungsi Kabupaten Pulang Pisau, ruas Jalan Poros Tengah Trans Kalimantan menuju Buntok-Gunung Mas, Pos Pengungsi Jalan Arut, pos pengungsian warga Flamboyan Bawah di Gor Sanaman Mantikei, serta Kompleks Mandawai, Pasar Kahayan, Kota Palangkaraya.

“Kami ingin memastikan langsung penanganan di lapangan. Hal-hal yang harus diadakan sudah tersedia. Sudah ada posko, data di situ lengkap, kemudian yang utama adalah dapur umum. Karena masyarakat yang terdampak ini  tentu saja butuh logistik. Tadi saya lihat setiap hari dapur umum sudah membuat masakan setiap hari. Menunya cukup baik,” kata Suharyanto.

Menurutnya, pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah dan BNPB telah bersinergi dengan baik dalam memberikan respon cepat penanganan bencana banjir. Suharyanto juga meminta pemerintah daerah se-provinsi Kalimantan Tengah bersama BNPB agar segera membuat kajian lebih dalam dan komprehensif terkait hal-hal yang dapat mengurangi dampak dan potensi bencana banjir, sehingga kejadian yang sama tidak terulang untuk ke depannya.

“Langkah-langkah jangka pendek saya lihat sudah baik. Kemudian dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan BNPB sudah menyalurkan bantuan dan telah sampai ke masyarakat. Baik berupa makanan ada selimut, tenda dan sebagainya,”ujarnya.

“Perlu dilakukan kajian secara komprehensif dari pemerintah daerah, dan kami BNPB akan menerjunkan tim untuk segera mengambil data dan fakta untuk menentukan solusi jangka pendek dan jangka panjang penanganan banjir di Kalimantan Tengah,” ucap Suharyanto.

“Diharapkan di akhir tahun 2022 tidak terjadi banjir seperti sekarang ini. Karena akhir tahun diperkirakan curah hujan akan tinggi seperti sekarang ini,” imbuhnya. (RR)