Foto ist

 

Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Prestasi membanggakan didapat empat mahasiswa Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Kabupaten Probolinggo. Mereka memborong gelar juara di tingkat Asia salah satunya debat bahasa Arab.

Empat mahasiswa Unuja tersebut adalah Rizqi Aziz Febrianto, Muhammad Hasan Mutawakkil, Ahmad Fauzi Rahman dan Badrus Zaman. Mereka merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid (Unuja).

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PBA ini memborong juara 1 dalam dua nominasi tingkat Asia. Rizqi, Hasan dan Fauzi yang tergabung dalam kelompok debat, meraih juara 1 kategori Debat Bahasa Arab se-Asia dengan perolehan poin 871,5.

Ketiganya berhasil menyisihkan sejumlah mahasiswa kompetitor dari negara-negara tetangga. Seperti Malaysia yang keluar sebagai juara 2 dan 3.

Fauzi juga membawa pulang trofi juara 1 dari kategori Sardul Qishos atau bercerita dengan Bahasa Arab. Disusul Badrus Zaman sebagai runner up.

Hasin membeberkan kunci di balik kesuksesannya. Ia memang kerap menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-harinya.

“Kami terbiasa berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus maupun di asrama. Untuk beli gorengan sekalipun kami terkadang berbahasa Arab,” tutur Hasan, Jumat (24/9/2021).

Dengan slogan ‘Juninna Bi Al Arabiyya, Lawlana Faman Siwaana’. Yang artinya kita bangga dengan Bahasa Arab, kalau bukan kita siapa lagi, mereka tak lagi canggung menggunakan bahasa Arab.

Tak hanya itu, Unuja juga juara 1 pada ajang Pidato Bahasa Arab tingkat nasional pada Festival Araby (FESTA) 2021, yang diselenggarakan oleh Program Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Yang membanggakan lagi, Unuja juara 1 dalam tiga tahun berturut-turut sejak 2019, pada ajang Debat Bahasa Arab tingkat nasional pada Arabic Language Festival (ALAFEST) yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sementara itu Rektor Universitas Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid menegaskan kampusnya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mahasiswa-mahasiswanya.

“Pengembangan bahasa asing itu sebagai aktualisasi dalam kehidupan global. Prestasi mahasiswa adalah bagian dari komitmen kami menjaga kualitas pengembangan pendidikan di Unuja,” kata KH Abdul Hamid Wahid. (ads)