Foto Antara (ilustrasi)

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Banjir yang terjadi di Aceh Utara meluas. BPBD Aceh melaporkan sejauh ini ada 15 kecamatan terendam dan 41.189 warga mengungsi dan dua orang meninggal.

Data yang dihimpun dari Pemkab Aceh Utara, 15 kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Tanah Luas, Cot Girek, Lhoksukon, Matangkuli, Samudera, Langkahan, Kuta Makmur, Pirak Timu, Paya Bakong, Syamtalira Aron, Tanah Pasir, Sawang, Banda Baro, dan Kecamatan Geureudong Pase.

Banjir terparah terjadi di ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, dengan 21.209 warga mengungsi; kemudian Kecamatan Pirak Timur dengan 5.856 warga mengungsi;

Tanah Luas 5.908 pengungsi, Cot Girek 721 pengungsi, Matangkuli 1.676 warga dievakuasi, Samudera 1.498 mengungsi, Langkahan 1.503 dievakuasi, Kuta Makmur 330 warga mengungsi, Paya Bakong 232 mengungsi, Syamtalira Aron 1.165 mengungsi, dan Kecamatan Tanah Pasir 1.091 warga yang mengungsi.

“Banjir meluas dan sekarang telah merendam 113 desa di 15 kecamatan,” kata Plt Kepala BPBD Aceh Utara Murzani seperti dikutip CNNIndonesia.com.

“Dua orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir,” lanjutnya.

Banjir juga melumpuhkan perekonomian warga hingga fasilitas umum dan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Untuk membantu warga, Murzani menyebut pihaknya mendirikan 85 dapur umum.

Sebelumnya, banjir yang melanda Aceh dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis (30/12). Alhasil, air sungai Krueng Peutoe, Sungai Krueng Keureuto, dan Sungai Krueng Pirak meluap dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. Saat ini ketinggian air bervariasi dari 30 cm hingga 50 cm.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga sudah menetapkan daerah tersebut darurat bencana sesuai hasil rapat koordinasi Muspida dan lintas sektor lainnya.

Selain Kabupaten Aceh Utara, saat ini banjir juga masih menggenangi sejumlah daerah lainnya di Aceh. Seperti di Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. (mel)