Susi Susanti menilai performa Firdasari masih belum stabil. (ist)
KANALNEWS.Co, Jakarta – Keputusan PBSI memilih memberangkatkan Adriyanti Firdasari ketimbang Maria Febe Kusumastuti sebagai wakil nomor tunggal putri dalam rombongan kontingen bulutangkis ke Olimpiade London 2012 sempat memicu kontroversial.

PB Djarum Kudus bahkan memprotes langkah PBSI tersebut karena menilai keputusan yang diambil kurang tepat. PB Djarum berpendapat, seharusnya Febe yang dikirim ke Olimpiade, mengingat peringkat dunia Febe lebih baik dari Firdasari.

Febe merupakan peringkat ke-33 dunia, sementara Firdasari merupakan peringkat ke-38 dunia. Meski sempat dikritisi, namun PBSI tetap memboyong Firdasari ke Olimpiade 2012, yang akan berlangsung 27 Juli hingga 12 Agustus.

Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Susi Susanti menilai putusan PBSI memilih Firdasari tersebut merupakan langkah yang cukup berani. Menurutnya, performa Firdasari saat ini masih belum stabil.

Meski tidak mau menyebut Febe lebih baik ketimbang Firdasari, namun Susi mempunyai pandangan sendiri mengenai perbandingan kualitas kedua pemain tersebut. Menurutnya, peringkat dunia yang melekat pada masing-masing pemain sudah cukup menggambarkan kemampuan atlet tersebut.

“Kalau melihat prestasi, dari ranking saja sudah kelihatan. Tapi saya kira PBSI memiliki penilaian sendiri kenapa memilih Firdasari ketimbang Febe,” kata Susi saat menghadiri acara bertajuk Road to Olympic 2012 di kawasan Senayan, Jakarta (7/6).

Menurut peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, dan perunggu Olimpiade Atlanta 1996 itu, Firdasari saat ini masih belum menunjukan stabilitas penampilannya dalam beberapa tahun terakhir.

“Firda pemain yang kualitasnya cukup baik. Tapi dia belum stabil. Firda memang kadang tampil mengejutkan, tapi dia juga kerap terkejut. Kadang dia bisa mengalahkan lawan yang unggulan, kadang dia justru dikalahkan oleh yang bukan siapa-siapa,” kata Susi.

Masuknya nama Firdasari dalam skuad yang dikirimkan ke Olimpiade, menurut Susi harus diimbangi dengan kerja keras Firdasari itu sendiri untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Mudah-mudahan dia bisa benar-benar fokus, konsentrasi penuh pada Olimpiade, dan belajar banyak mengenai lawan-lawan yang akan dihadapinya nanti. Siapapun yang masuk Olimpiade, dia terpilih melalui seleksi yang cukup ketat. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini,” pungkas istri Alan Budikusuma ini. (aus)