KANALNEWS.Co, Jakarta – Mantan atlet renang nasional, Richard Sambera mengaku prihatin dengan kondisi dunia renang tanah air. Sempat menjadi cabang olahraga unggulan di Indonesia, kini prestasi renang seolah meredup. Terakhir, mereka gagal meloloskan atletnya ke olimpiade London 2012.
“Fenomena seperti itu memang dirasakan hampir di semua cabang. Saya melihat, khususnya di renang, prestasi kita memang sedang di bawah. Butuh sesuatu yang luar biasa untuk kembali ke atas,” ujar Richard dalam acara bertajuk Road to Olympic 2012 di kawasan Senayan, Jakarta (7/6).
Kegagalan Persatuan renang Seluruh Indonesia (PRSI) meloloskan atletnya ke Olimpiade 2012, dinilai Richard tak lepas dari banyaknya persoalan dalam hal pembinaan atlet, terutama yang berkaitan dengan fasilitas dan program yang dijalankan.
“Padahal kami dulu di renang bisa mengirimkan lima orang sekaligus ke Olimpiade. Saya kira saat ini potensinya juga ada. Tapi kenapa bisa gagal, itu pasti ada persoalan,” ujar Richard yang sempat merasakan tiga kali perhelatan Olimpiade, yakni Seoul 1988, Atlanta 1996, dan Sydney 2000 tersebut.
Menurutnya, saat ini ia melihat kurangnya jumlah kompetisi renang di Indonesia masih menjadi kendala kronis dalam hal pembinaan atlet. Tak hanya itu, fasilitas pendukung seperti kolam renang juga masih sangat minim.
“Perkembangan kita sangat lamban jika dibandingkan negara lain. Kompetisi renang sangat kurang sekali di Indonesia. Belum lagi minimnya sarana dan fasilitas seperti kolam renang. Persoalan seperti ini harus segera dicarikan solusinya,” ujar Richard.
Meski mengaku tidak ingin menyalahkan PRSI selaku induk olahraga renang, namun Richard menilai harus dilakukan perubahan besar dalam hal pembinaan di PRSI.
“Salah satunya saya berharap PB bisa bebas dari intrik politik. Jangan sampai nantinya kondisi seperti ini terus-terusan terjadi dan tanpa perubahan. Semuanya harus dievaluasi,” kata pemegang Rekor SEA Games untuk cabang renang 100m tersebut. (aus)





































