KANALNEWS.co, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PSSI Djohar Arifin Husin membantah kalau PSSI telah mengangkat Ramadhan Pohan sebagai Manajer tim nasional (timnas) Indonesia senior untuk durasi selama dua tahun. Menurut Djohar, PSSI menunjuk Ramadhan Pohan sebagai Manajer timnas senior untuk sekali even yakni untuk menghadapi ajang “Al-Nakbah International Tournament’’ yang akan digelar 13-24 Mei mendatang, di Palestina.
Hal ini berbeda dengan pengumuman Penanggung jawab Timnas PSSI, Benhard Limbong, Senin (23/4) lalu. Dalam keterangan Limbong, Ramadhan Pohan akan memanajeri timnas senior untuk Turnamen Palestina, melawan Inter Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan pada 26 Mei nanti, serta Juni mendatang melawan Liverpool, dan pertandingan Piala AFF pada Oktober nanti.
Dalam pesan singkat Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang diterima wartawan Selasa (24/4) sore, menjelaskan, “Sesuai keputusan rapat Exco bahwa penunjukan manajer timnas semua level adalah per even bukan permanen,” kata Djohar.
Masih dari pesan singkat Djohar, Turnamen di Palestina adalah salah satu usaha rakyat Palestina menuju kemerdekaan. Rakyat Palestina mengharapkan dukungan semua kalangan termasuk PSSI. Untuk itulah Exco menunjuk salah seorang pengurusnya yang mengerti politik membawa tim ke Palestina. Jadi, penunjukan Ramadhan Pohan bukan asal-asalan.”
Ketika ditanya lebih lanjut apakah penunjukan Ramadhan yang merupakan anggota politisi Senayan (DPR RI) dari Partai Demokrat ini ada muatan politis karena memasukkan politisi ke organisasi sepakbola tersebut, Djohar menegaskan hal itu tidak ada kaitannya. Menurut Djohar, turnamen di Palestina adalah salah satu usaha rakyat Palestina untuk menuju kemerdekaan.
“Dalam usahanya untuk meraih kemerdekaan, rakyat Palestina sangat mengharapkan dukungan politik dari semua kalangan, tak terkecuali kepada Indonesia melalui PSSI. Mereka butuh pengakuan Indonesia (dan internasional) sebagai negara merdeka,” kata Djohar membalas pesan pendek tersebut.
Apalagi menurutnya, Ramadhan Pohan juga mengerti tentang politik, sehingga penunjukannya bukan asal-asalan. “Sebelumnya kami sudah punya MoU (Memorandum of Understanding) dengan Palestina. Untuk itulah Exco menunjuk salah seorang pengurusnya yang mengerti politik membawa tim ke Palestina. Ramadhan itu ‘kan ahlinya (politik). Apalagi dia kan juga sebagai pengurus di PSSI sebagai Ketua Harian Komite Fair Play. Jadi penunjukan Ramadhan Pohan bukan asal-asalan,” ucapnya.
Ramadhan yang mendampingi Limbong dalam keterangan persnya Senin (23/4) kemarin, mengatakan, dirinya akan memberikan kontribusi bagi timnas. “Saya akan siapkan bagaimana caranya timnas kita kokoh dan bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Dan, saya merasa terpanggil oleh Merah Putih,” kata Ramadhan Pohan. Ranoe Nirawan/JN


































