KANALNEW
S.co, Jakarta – Pengambilalihan kantor PSSI seperti diungkapkan anggota KPSI (Komite Penyelemat Sepakbola Indonesia), Roberto Rouw, Jumat (30/12) lalu, tidak terbukti. Namun, pernyataan anggota Komite Eksekutif PSSI yang telah dipecat itu memaksa PSSI meningkatkan keamanan dengan mengerahkan sedikitnya 50 Satuan Tugas Keamanan untuk menjaga kantor PSSI.Kantor PSSI yang terletak di pintu XI Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, sejak Senin (2/1) pagi, terlihat ramai. Sediktinya 50 satuan tugas keamanan berjaga di sana, serta puluhan reporter baik dari surat kabar maupun televisi menunggu momentum penting seperti yang diungkapkan Roberto Rouw.
Faktanya, hingga sore menjelang petang tidak ada gerakan yang mengarah untuk mengambil alih kantor PSSI sebagai kantor KPSI. Bahkan, televisi swasta nasional TV-One menarik OB Van (outdoor broadcast van) yang sudah ada di sana sejak pagi menjelang siang.
KPSI yang dipimpin Tony Apriliani yang juga mantan anggota Exco PSSI yang dipecat Komite Etik PSSI, beberapa waktu lalu, memberi keterangan pers pada sore harinya. Dia membantah menjadikan kantor PSSI sebagai tempat bernaung, menyusul mulai efektifnya pengambilalihan tugas PSSI melalui KPSI untuk menjalankan organisasi persepakbolaan Indonesia.
Dasar berdirinya KPSI adalah 452 anggota PSSI yang meminta diadakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Sultan, (28/12) lalu. Namun, KPSI tak pernah mau menunjukkan validitas 452 yang disebut sebagai anggota PSSI itu.
Kepada wartawan, Tony mengatakan, KPSI telah memiliki kantor sendiri yang juga berdekatan dengan kantor PSSI di area Senayan, Jakarta. Kantor yang dia maksud adalah kantor Persija Jakarta versi Fery Paulus yang juga kantor Pengrpov PSSI DKI Jakarta, serta bekas kantor Badan Futsal Nasional. “Siapa yang bilang begitu? Saya enggak pernah bilang seperti itu,” kata Tony, kemarin.
Sebelumnya, anggota KPSI Roberto Rouw mengatakan, awal Januari 2012, KPSI akan menggunakan kantor PSSI sebagai tempat kegiatannya, menjelang bergulirnya KLB PSSI. “Setelah tahun baru KPSI akan berkantor di Senayan, di kantor PSSI,” ujar Roberto Rouw di depan kantor PSSI, Jumat (30/12) tahun lalu.
Roberto mengungkapkan, Senin (2/1/2012), KPSI akan mengirimkan surat kepada pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno selaku pemiliki Gedung, bahwa KPSI diamanatkan mengambil alih kewenangan PSSI, termasuk kantor PSSI yang dijadikan sebagai ‘rumah’ KPSI. KPSI merencanakan KLB di Bandung pada 21 Januari nanti.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mulai muak melihat kondisi sepakbola nasional yang semakin hari semakin tak menentu. Apalagi dengan kehadiran KPSI yang dianggap sebagai PSSI tandingan.
“Sudah cukup. Kami sudah tidak mau lagi menanggapi hal itu (KPSI),” kata Djohar kepada wartawan, kemarin. Ia mengaku PSSI lebih baik tetap fokus pada program kerja. “Jika PSSI masih saja menanggapi hal semacam itu, PSSI tidak akan fokus menjalankan berbagai program demi memajukan sepakbola nasional,” kata dia.(nan)






































