KANALNEWS.co, Jakarta – Jenderal purnawirawan Moeldoko menjelaskan program kerja jika kelak terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia pada Kongres Biasa PSSI 17 Oktober mendatang.
“Saya mengharamkan politik masuk di tubuh PSSI. Jangan ada kepentingan politik. Sebab, kepentingan politik akan menghancurkan organisasi tersebut,” kata Moeldoko disela-sela nonton bareng timnas Garuda vs Thailand pada Piala AFF 2016 di kediamannya jalan Terusan Lembang Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016) malam.
Politisasi di tubuh federasi sepak bola Indonesia itu terasa sangat kental dalam beberapa tahun terakhir. Dimana pengurus PSSI juga berprofesi sebagai anggota parlemen, pejabat publik, pegawai negeri sipil (PNS), serta militer aktif, padahal Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/sj 2012 melarang masuk ke kepengurusan organisasi olahraga.
“Perlu diluruskan memang, saya pikir aturan dari Kemendagri memang harus dilaksanakan. Mengurus PSSI itu tak bisa setengah-setengah. Jadi, saya pikir harus ditegakkan aturan tersebut,” ujar Moeldoko.
Mantan orang nomor satu di Tentara Nasional Indonesia itu menyatakan, untuk mencapai prestasi sepakbola dunia pengurus PSSI untuk tetap fokus memperbaiki kondisi persepakbolaan Indonesia yang terpuruk saat ini.
“Pengurus PSSI harus fokus. Apalagi kondisi PSSI saat ini sedang tidak bagus,” ujarnya.
Moeldoko juga mengegaskan akan menyingkirkan segala macam praktik kotor yang selama ini terjadi di sepakbola Indonesia dan dia menjamin segala macam tindakan yang menjurus pada pengaturan skor, pencurian umur, dan lainnya akan disingirkan.
“Itu racun buat saya. Dari sisi manajemen, saya juga akan memperbaiki,” tegas Moeldoko.
Jenderal penuh bintang empat itu lolos pada seleksi Komite Pemilihan PSSI untuk berlaga pada Kongres Biasa PSSI, dan dia tidak mempermasalahkan lokasi Kongres di Makasar atau Yogyakarta.
“Selama masih di Indonesia tidak masalah bagi saya, asal jangan di Papua Nuigini,” canda Moeldoko. (Herwan)


































