KANALNEWS.co – Jakarta, Manajer timnas Mesak Maribor mengakui belum sepenuhnya membayar uang saku para pemain menurutnya, hal tersebut dikarenkan kondisi keuangan timnas memang sedang sulit.

“Memang benar, ada uang saku pemain yang sudah dibayar ada yang sebagian belum. Tapi dalam waktu dekat ini kami akan segera melunasinya,” ujar Mesak kepada wartawan, Kamis (21/2/2013).

Dia juga mengakui saat ini manajemen timnas menghadapi kesulitan finansial sehingga pembayaran uang saku pemain tertunda. Meski begitu, dirinya berjanji akan membayar semua hak para pemain.

“Mungkin minggu ini sudah diselesaikan. Karena memang kondisinya seperti ini, tidak ada uang dari pemerintah. Sekarang kami masih berusaha untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Menurut Bupati Sarmi, Papua ini, urusan manajemen timnas masih tak jelas karena ada dualisme pengelola, yakni Komite Adhoc dan Badan Tim Nasional (BTN). Indonesia akan menjamu Arab Saudi di Jakarta pada 23 Maret mendatang, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015.

Sebelumnya, ketika menjalani pertandingan persahabatan melawan Yordania, Kamis (31/1) pasukan besutan Nilmaizar berjumlah 29 pemain sementara pada laga perdana kualifikasi Piala Asia 2015 kontra Irak di Dubai, Rabu (6/2) timnas Garuda berjumlah 29 pemain.

“Uang harian kami belum dibayar selama ke luar negeri ketika pertandingan melawan Irak. Seharusnya, manajemen memenuhi kewajibannya,” ungkap gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakrie.

Dikatakannya lagi, manajemen Timnas semula menjanjikan setiap pemain akan menerima uang saku per hari sebesar Rp 1 juta. Sayangnya, dilanjutkan Rasyid, hal tersebut belum bisa diwujudkannya. Alhasil, manajemen kini menunggak uang saku sebesar Rp 7 juta per pemain.

“Manajemen mengatakan pembayaran uang saku masih dalam proses. Karena itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu. Mudah-mudahan, prosesnya cepat selesai,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada tim pelatih, asisten pelatih Timnas Fabio Oliveira, pernah mengungkapkan hal yang sama, Pelatih asal Brasil tersebut mengatakan, dirinya belum menerima gaji selama lima bulan.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah