KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) telah mencabut sanksi Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Pecabutan sanksi didasarkan atas langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah bersama dengan LADI dalam dua bulan terakhir sejak sanksi diberikan pada November 2016.

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto dalam keterangan tertulis menyatakan, pencabutan sanksi dari WADA ini tertuang dalam surat dari lembaga anti doping dunia itu yang ditujukan kepada Menpora Imam Nahrawi dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal WADA, Olivier Niggli pada 17 Februari 2017 yang juga ditembuskan kepada ketua ketua LADI Zaini Saragih.

“Dengan dicabutnya sanksi, maka akan memudahkan kerja pengawasan doping di Indonesia. Persiapan Asian Games 2018 menjadi prioritas. Pemerintah juga akan terus mendorong LADI untuk mematuhi peraturan lembaga anti-doping dunia. Sanksi dari WADA harus menjadi pembalajaran,” kata di Jakarta, Sabtu (18/2/2017).

Gatot yang juga menjadi Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu menambahkan, masalah doping hingga saat ini masih menjadi hantu di Indonesia. Salah satu bukti nyata adalah sebanya 14 atlet yang terbukti positif menggunakan doping pada event pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas 2016 di Jawa Barat yang saat ini ditangani Dewan Disiplin menggantikan peran LADI untuk sementara.

“Tugas LADI kedepan dipastikan akan lebih besar karena harus lebih mengedukasi dan sosialisasi terkait doping kepada atlet maupun pelatih. Apalagi, setiap tahun jenis doping yang dikeluarkan WADA terus berkembang,” ujar Gatot.

Selain itu sosialisasi juga harus dilakukan ke pengurus cabang olahraga. Hal ini dilakukan karena atlet dalam setiap waktu berganti sehingga sosialisasi bisa terus dilakukan atau berkesinambungan.

Tidak hanya mengetolkan sosialisasi anti doping, Indonesia juga dituntut segera membangun lab doping sesuai dengan standart WADA. Hal ini dilakukan agar proses pemeriksaan bisa dilakukan sendiri tanpa harus dikirim ke negara lain seperti Thailand maupun India. (Herwan)