KANALNEWS.co, Jakarta – Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan menegaskan pertandingan babak delapan besar Divisi Utama yang mempertemukan PSS Sleman melawan PSIS Semarang yang diwarnai dengan lima gol bunuh diri mengarah ke match fixing.

“Memang, kami belum bisa mengumumkan hasil sidang saat ini. Yang jelas pertandingan itu mengarah ke match fixing,” ujar Hinca usai rapat Komdis di Jakarta, Kamis (6/11/2014) malam.

Menurutnya, meski belum mengumumkan secara resmi,Ia sudah memberikan bocoran jika dua orang otak dari pertandingan memalukan persepakbolaan nasional itu sudah diketahui. Hanya saja, pria yang juga berprofesi sebagai penasehan hukum itu tidak menjelaskan dengan detail.

“Otaknya sudah ketahuan. Tunggu saja. Yang jelas kami butuh waktu untuk menyusun hasil pemeriksaan yang banyak melibatkan unsur ini,” katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, selain butuh waktu, belum diumumkannya hasil pemeriksaan yang dilakukan adalah demi mendapatkan keputusan yang akurat. Apalagi permasalahan ini telah mendapatkan pantauan dari AFC dan FIFA. AFC dan FIFA, kata dia, kasus yang terjadi pada pertandingan PSS Sleman melawan PSIS Semarang ini merupakan kasus besar dan telah mencoreng persepakbolaan internasional.

“Kasus ini sangat memalukan. FIFA-pun akan meminta penjelasan secara resmi dari kami. Terus terang, ini masalah serius,” tandasnya. (Herwan)