Kanalnews.co, JAKARTA– Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memuji langkah berani yang dilakukan Menpora RI Zainudin Amali. Pria asal Gorontalo itu dianggap mampu memberikan perubahan terhadap olahraga.

“Saya mengapresiasi keberanian Pak Menpora karena apa yang dilakukannya di luar dari kebiasaan yang terjadi di dunia olahraga Indonesia. Tapi perubahan ini adalah perubahan yang positif dan  konstruktif,” ujarnya.

Dia pun setuju dengan Menpora Amali yang menyebut bahwa target itu adalah peringkat.

“Tadi Pak Menpora sudah sampaikan bahwa target kita tidak lagi mengukur berapa medali emas, perak dan perunggu  tetapi secara keseluruhan  harus   peringkat. Di dalam peringkat itu nanti ada komponen berapa emas, perak dan perunggu,” jelasnya.

“Karena itu, sekali lagi saya sampaikan apresiasi atas keberanianya untuk merubah paradigma berpikir masyarakat Indonesia yang pertama kita tidak lagi berpikir berapa medali emas tetapi berapa peringkat Indonesia,” katanya.

Sementara Menpora Zainudin Amali menegaskan bahwa target Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 adalah peringkat bukan medali. Oleh karena itu, butuh kerja keras untuk memperbaikinya.

“Kalau mengacu pada grand design olahraga nasional. Di  grand design tersebut sudah sangat  jelas bahwa  target harus  lebih baik dari olimpiade  sebelumnya,” ujar Menpora Amali melalui virtual dari Ruang Rapat Lt 10, Kemenpora (8/7).

Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 misalnya, Indonesia menempati peringkat  ke-46. Menpora Amali berharap peringkat Indonesia akan lebih baik.

“Jadi kita perkuat ke olimpiade, sehingga jelas tahapanya. Tahun 2020 targetnya peringkat berapa, tahun 2024 targetnya peringkat berapa, tahun 2028 dan tahun 2032 berapa sampai 100  tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, yang olimpiadenya dilakukan pada tahun 2044. Jadi mindset kita harus sama dulu, bahwa sasarannya adalah olimpiade dan targetnya adalah peringkat,” kata Menpora.