KANALNEWS.co, London – Ajakan manajer baru Chelsea Antonio Conte adalah salah satu alasan N’Golo Kante pemain tengah juara Liga Inggris Leicester City untuk bermukim di Stamford Bridge pada musim dapan.

“Chelsea adalah salah satu klub terbesar di Eropa. Dengan kesempatan dilatih oleh Conte, sangat sulit untuk menolak tawaran yang datang,” kata Kante dikutip dari the Telegraph.

Chelsea menyiapkan mahar senilai 30 juta Pound atau setara dengan Rp500 miliar untuk memboyong Kante dari Leicester City ke klub asal ibukota Inggris itu dan transfer itu menjadi kabar terhangat di Liga Primer Inggris tengah bulan Juli ini.

Mendapatkan gelandang jangkar bertenaga seperti Kante menjadi berkah tersendiri bagi Chelsea, terutama bagi Conte yang gemar akan konsep bermain dengan pertahanan berlapis. Kante memang bukan tipe gelandang kreatif pembuat umpan kunci. Statistik membuktikan, musim lalu Kante hanya membuat empat assist bagi rekan setimnya di Liga Primer Inggris.

Meski punya akurasi passing 81,6 persen, Opta menyimpulkan Kante bukan tipe pemain dengan umpan visioner. Pemain asal Prancis berdarah Afrika ini juga bukan gelandang tajam. Hal ini terlihat dari torehan golnya yang hanya sebiji sepanjang musim lalu.

Namun, Kante punya kekuatan di daya tahan fisik untuk terlibat penuh dalam sebuah laga yang berjalan dengan intensitas tinggi. Pelatihnya di Leicester, Claudio Ranieri, 33 kali menurunkan Kante sebagai pemain yang diturunkan dalam 38 laga the Foxes sepanjang musim 2015/2016.

Peran Kante yang handal merusak serangan lawan sebelum masuk ke pertahanan sendiri ini jadi penyeimbang bagi gelandang pembagi bola seperti Danny Drinkwater di lini tengah. Fungsi gelandang pendamping seperti inilah yang tak dimiliki oleh Chelsea untuk duet playmaker cerdas seperti Cesc Fabregas.

Andai Conte masih mempertahankan Fabregas musim depan, sangat besar kemungkinan duet Kante dan pemain asal Spanyol itu akan jadi pondasi utama formasi 3-5-2 ala Conte.

Bilapun laga pertama Chelsea di bawah asuhan Conte jadi acuan, maka dengan formasi ketika melawan Rapid Vienna, 4-2-3-1, Kante tetaplah akan jadi pemain utama. Bersanding bersama Nemanja Matic di pos gerbang sebelum pertahanan, Kante bisa jadi penyeimbang yang sempurna bagi lini tengah Chelsea.

“Yang saya ingin katakan, Kante adalah target transfer saya. Karena kami bisa mendapatkannya, saya senang luar biasa,” kata Conte dikutip dari National.

Pelatih asal Italia ini mengatakan, Kante dipandangnya sebagai pemain hebat dengan teknik dan stamina yang memukau. Tanpa ragu Conte memuji pemain dengan tipe seperti Kante.

“Jika anda ingin memenangkan sesuatu maka anda membutuhkan tipe pemain yang akan memberikan segalanya untuk tim, dan Kante adalah pemain tersebut,” ujar Conte. (Herwan)