KANALNEWS.co – Jakarta, Mantan pemain bulutangkis ganda putra Indonesia Candra Wijaya membuat rekor baru Museum Rekor Dunia- Indonesia (MURI) melatih bulutangkis 13 jam nonstop.

Selama 13 jam, Candra meladeni tak kurang dari 400 murid sebagai penguji mulai dari tingkat pemula hingga dewasa.

Peserta tidak hanya berasal dari binaan Candra Wijaya International Badminton Center tapi juga murid dari berbagai Sekolah Dasar bahkan juga terbuka untuk umum.

“Saya melatih nonstop ini bukan mencari sensasi, tapi saya ingin membangunkan bulutangkis kita. Saya hanya ingin memberi pesan bahwa meraih prestasi itu butuh kerja keras. Faktor inilah yang saya lihat kurang dihayati para pemain dan calon pemain sekarang,” ujar Candra Wijaya di sela-sela acara pembuatan rekor di Hall Candra Wijaya Duri Kosambi Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Menurutnya, ‘Pelatihan Terlama Bersama Candra Wijaya’ ini selain dalam rangka untuk memperingati ulang tahun klub bulutangkisnya yang jatuh setiap tanggal 23 Januari, juga merupakan salah satu bentuk kecintaannya terhadap olahraga tepok bulu tersebut.

Mantan peraih medali emas bulutangkis ganda putra Olimpiade Sidney 2000 berpasangan dengan Tony Gunawan ini menyatakan akan memberikan kemampuannya secara totalitas di olahraga yang telah mengharumkan namanya.

“Dengan latihan berulang-ulang, kita punya potensi untuk membangun kejayaan bulutangkis Indonesia,” kata Candra.

Menurut Candra, ia ingin melakukan pelatihan selama 18 jam tapi ada beberapa faktor dari pihak MURI yang mengharuskannya melatih selama 13 jam.

“Saya tak ingin takabur. Cuma, tak menutup kemungkinan setelah itu bakal ada aksi lebih panjang lagi, katanya.

Candra yang seharusnya memulai aksi pukul 06:00 WIB ternyata memulai lebih awal dari waktu yang ditentukan oleh pihak panitia

“Tadi saya ‘colong’ start pukul 05:00 WIB.”

Candra mengaku sudah mempersiapkan diri, selama 13 jam melatih, dia diberi waktu istirahat dalam interval permainan 1 jam dan itu tak lebih dari 5 menit, baik buat minum, sekadar rehat, atau pun makan.

“Saya berlatih lebih lama, bahkan sempat 15 jam. Secara fisik pun saya siap, termasuk mengatur asupan cairan agar tak dehidrasai,” tegas Candra.

CW International Badminton Center bukan cuma melatih murid asal Indonesia, melainkan juga murid asing. Candra menyebut selain mendidik pemain, bisnisnya juga mengembangkan bulutangkis sebagai komoditas industri.

“Semoga saja kegiatan ini bisa menginspirasi yang lain. Yang pasti, buat jadi besar itu perlu kerja keras dan tekad kuat,” tandas Candra.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah