KANALNEWS.co – Jakarta, Mantan Ketua Umum Komite Olaharga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Agum Gumelar mengaku prihatin dengan perselisihan antara KONI dan KOI yang kian meruncing.

Dalam acara Presiden Club yang dihadiri oleh 49 Ketua Induk Olahraga serta Ketua Umum KOI Rita Subowo di Jakarta, Agum juga menjelasakan, meskipun sudah diatur melalui Undang-Undang Keolahragaan Nasional no. 3 tahun 2005, namun ia sudah memperkirakan gesekan-gesekan antara KONI dan KOI akan tetap terjadi.

“Dulu ketika saya menjadi Ketua Umum KONI semua pekerjaan pembinaan atlet serta pengiriman atlet dilakukan oleh KONI. Memang berat tapi dengan koordinasi yang baik, semua tugas bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Agum, di Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Dia menjelaskan, setelah KONI dan KOI dipisahkan mengikuti undang-undang yang telah ditetapkan, pekerjaan mengurusi olahraga Indonesia seharusnya bisa menjadi lebih mudah.

KONI bertugas untuk membina induk-induk organisasi olahraga, sedang KOI mengurusi pengiriman atlet-atlet ke luar negeri.

Namun dalam perjalanannya ternyata tetap tidak mudah untuk menyatukan KONI dan KOI dalam satu visi.

“Bukan sesuatu yang tabu, ketika muncul wacana untuk menyatukan kembali KONI dan KOI,” kata Agum.

Menurut Agum, sebelum penyatuan kembali itu dilakukan maka undang-undangnya dulu yang harus diubah.

Sementara Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Ahmad Sucipto menambahkan, perselisihan antara KONI dan KOI sebetulnya tidak perlu terjadi jika Pemerintah mau konsekuen.

“Tugas KONI adalah membina induk-induk organisasi olahraga. Selain itu juga mendistribusikan dana pembinaan dari Pemerintah kepada induk-induk organisasi olahraga,” ujar Ahmad Sucipto.

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut ini menjelaskan, sejak 2005 lalu saat Undang-Undang Keolahragaan Nasional disahkan, tugas KONI justru kini diambil alih oleh Kementerian Pemuda & Olahraga yang membentuk Satlak Prima.

“Karena itu tugas tersebut harus dikembalikan kepada KONI. Jika itu dilakukan saya yakin tidak akan ada perselisihan seperti yang terjadi saat ini,” tandasnya.

Ketua Umum KOI Rita Subowo pun mengaku tak keberatan. Ia justru tidak ingin jadi pihak yang seolah ingin mati-matian mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum KOI. Sejauh ini ia merasa sudah menjalankan apa yang sudah ditetapkan oleh undang-undang.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah