Wikipedia

 

Kanalnews.co, YOGYAKARTA- Candi Borobudur belakangan menjadi pembicaraan usai Ustaz Sofyan Chalid menyebut wisata ke Candi Borobudur haram. Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Magelang, Jateng, Abbet Nugroho, tak setuju dengan pendapat tersebut.

Sebelumnya, beredar di media sosial video pernyataan ustaz Sofyan yang menyebut wisata ke Candi Borobudur haram. Video itu menyebar di Youtube.

“Saya sangat tidak setuju atas pernyataan ustaz (Sofyan Chalid) tersebut. Pernyataan ustaz tersebut sangat tidak mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin bahwa sesungguhnya Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam,” kata Abbet, Selasa (14/9/2021).

Menurut Abbet di dalam islam dikenalkan konsep persaudaraan/ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat. Lalu, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama bangsa serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama umat manusia.

“Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus kita kedepankan adalah ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Apalagi kita hidup di negeri yang ditakdirkan memiliki banyak perbedaan, baik ras, suku, agama dan budaya. Seyogianya kita bisa saling menghargai satu sama lain karena kita hidup berdampingan,” kata Abbet yang juga pemilik Kampoeng Dolanan Nusantara, Borobudur.

Sebagai warga yang tinggal di sekitar candi borobodur, Abbet menilai umat islam di lingkungannya tetap menjaga keberadaan Candi Borobudur.

“Kami sebagai umat Islam yang hidup di kawasan World Heritage Candi Borobudur akan tetap menjaga keberadaan Candi Borobudur tersebut. Selain sebagai warisan budaya, kami ingin membuktikan bahwa agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, menghargai keyakinan orang lain dan menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya.

“Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Borobudur, Candi Borobudur merupakan berkah yang harus disyukuri sebagai wasilah/jalan rezeki bagi masyarakat luas. Terbukti Candi Borobudur bisa menghidupi masyarakat sekitarnya dengan berdagang ataupun jasa wisata lainnya,” ujar Abbet.

Ia pun mendorong agar Kepolisian membantu turun tangan karena pernyataan ustaz Chalid bisa menimbulkan perpecahaan.

“Karena berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan,” katanya. (ads)