MUI

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md angkat bicara terkait adanya seruan untuk membubarkan MUI. Ia menilai desakan itu hanya provokasi yang ingin memperkeruh keadaan.

Belakangan desakan MUI agar dibubarkan ramai di media sosial dengan tagar #bubarkanMUI. Seruan itu muncul setelah adanya kasus penangkapan Zain An Najah oleh Densus 88 antiteror terkait aksi terorisme.

“Terkait dengan penangkapan tiga terduga teroris yang melibatkan oknum MUI, mari jangan berpikir bahwa MUI perlu dibubarkan, dan jangan memprovokasi mengatakan bahwa Pemerintah via Densus 88 menyerang MUI,” kata Mahfud melalui Twitternya @mohmahfudmd seperti dilihat , Sabtu (20/11/2021).

“Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas peristiwa,” katanya.

Mahfud juga menegaskan penangkapan Zain adalah bersifat pribadi bukan sertamerta mewakiki organisasi. Sebab ia menilai terorisme bisa menyusup dari mana saja.

“Pun penangkapan oknum MUI sebagai terduga teroris, jangan diartikan aparat menyerang wibawa MUI. Teroris bisa ditangkap di mana pun: di hutan, mall, rumah, gereja, masjid dan lain-lain,” ujar dia.

“Kalau aparat diam dan terjadi sesuatu bisa dituding kecolongan. Akan ada proses hukum dan pembuktian secara terbuka,” kata Mahfud.

Menurutnya kedudukan MUI secara hukum sangat kuat sehingga tak1 mungkin bisa dibubarkan. Ia meminta masyarakat tak terprovokasi.

“Kedudukan MUI itu sudah sangat kokoh karena sudah disebut di dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Misal, di dalam UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (Pasal 1.7 dan Pasal 7.c) juga di Pasal 32 (22) UU No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Posisi MUI kuat tak bisa sembarang dibubarkan,” jelasnya. (ads)