Kanalnews.co, Tuban – Aksi yang di pelopori oleh Paguyuban Pemuda Enam Desa di PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban sempat memancing kemarahan Kepala Desa (Kades) lantaran sikap dari perwakilan Pertamina yang kurang koperatif.

Bahkan Kades Wadung, Sasmito, sampai mengancam akan melaporkan ke Komisaris Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab di panggi Ahok karena kelakuan dari pegawai Pertamina yang tidak menghargai warga lokal dan pemerintah desa.

Lima kepala desa menunggu kedatangan pihak Pertamina di depan massa aksi

“Saya akan melaporkan semua kejadian ini ke pak Ahok karena anak buahnya yang ditugaskan di Pertamina Rosneft tidak pecus” Ungkap Mbah Mito sapaan akrab Sasmito dengan nada tinggi.

Lebih lanjut Mbah Mito menyayangkan sikap dari pihak Pertamina yang terkesan menyepelekan saat akan di mediasi oleh kepala desa di ring Pertamina Rosneft. Ia juga mengeskan kalau ingin cari makan di wilayah Wadung dan sekitarnya harus baik-baik sama warga lokal.

“Kemarahan saya ini dipicu lantaran mereka (Pihak Pertamina red.) tidak segera menemui peserta aksi. Tinggal nemui saja kok susahnya minta ampun” tegasnya saat ditemui awak media.

Sementara itu, Kades Rawasan, Hendro, menyampaikan kalau pihak Pertamina sangat lemah dalam hal komunikasi dengan masyarakat sekitar. Hal ini terbukti ketika perekrutan tenaga kerja scurity diduga sudah tidak sehat. Bahasa halus yang dikeluarkan oleh Pertamina seakan-akan hanya untuk mengelabuhi masyarakat.

“Tolong tuntutan massa aksi ini dipenuhi, tadi saya juga dengar agar yang namanya Agus, Rahmat, dan Fajar, keluar dari Pertamina rosneft karena tidak mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat” pungkasnya dengan nada kesal

Sebatas diketahui, adapun lima tuntutan yang disampaikan saat aksi sebagai berikut:
1.Memprioritaskan warga terdampak terkait rekruitmen security
2.Semua vendor yg ada di pertamina di dalam rekruitmen tenaga kerja harus berkoordinasi dengan desa
3.Sesuai dengan janji dan tujuan pembangunan, pertamina harus memberi kesempatan dan edukasi terhadap warga terdampak.
4.Jika pertamina bisa mempekerjakan pensiunan yang notabennya usia lanjut, mengapa warga terdampak yang harusnya diberdayakan malah dipersulit untuk bekerja dengan dalih pembatasan usia.
5.Keluarkan vendor maupun oknum di lingkup project pertamina yang tidak pro terhadap warga terdampak. (Met)