Ist
Ist

Kanalnews.co, SEMARANG– Pemerintah sudah melarang kegiatan mudik lebaran 2021. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi akan menginstruksikan operasi di seluruh rest-rest area di Jawa Tengah.

Perintah larangan mudik telah diumumkan pemerintah mulai 6-17 Mei mendatang. Keputusan ini dilakukan untuk menghindari peningkatan kasus Covid-19 pasca libur lebaran.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan akan melakukan operasi sebagai upaya premetif dan preventif dalam meningkatkan sosialisasi larangan mudik. Tak hanya itu, juga soal kesadaran protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas.

“Tapi melihat situasi di Wilayah Jawa Tengah saya tegaskan mulai nanti malam khusus di rest area sudah kami berlakukan,” terang Luthfi dalam keterangan persnya, Senin (12/4/2021).

“Operasi yang akan kami lakukan nanti lebih banyak upaya-upaya peringatan, himbaun, pemberian masker, prokes dan lain sebagai utamanya adalah para pengemudi dan masyarakat yang berkumpul di sentral keramaian,” katanya menambahkan.

Nantinya, seluruh rest area bakal didirikan posko-posko PPKM. Jumlahnya akan dinaikkan menjelang H-7 dan H+7 untuk penyekatan arah menuju Semarang dan sebaliknya.

Dalam penyekatan tersebut, Polda Jateng melibatkan 11.000 personil TNI-Polri yang terbagi dalam Pos Pam sebagai pengamanan objek dan Pos Yan sebagai pelayanan.

Polda Jateng juga akan memantau setiap kendaraan Plat nomor dari luar Jawa Tengah. Selain penyekatan, pemblokiran juga akan dilakukan bagi kendaraan plat nomor luar yang akan mudik ke Jateng tersebut.

“Untuk kendaraan plat nopol luar Jawa Tengah, kami akan melakukan putar balik kepada kendaraan mereka, kami tidak akan kecolongan dengan kendaran pemudik. Mereka bisa lolos di Jawa barat dan Jatim, tapi di Jateng tidak akan lolos,” katanya menegaskan. (bnd)