KANALNEWS.co – Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera menunjuk Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) baru untuk menggantikan Andi Malarangeng yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora pada 7 Desember 2012 lalu, menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Yang saya ketahui, bapak presiden dalam waktu dekat akan memilih secara definitif menpora menggantikan Pak Andi Mallarangeng,” ujar Juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Bina Graha, Jakarta, Rabu (2/1/2012).
Julian mengaku belum mendapatkan infotmasi perombakan susunan keanggotaan Kabinet Indonesia Bersatu II yang ramai beredar akhir-akhir ini.
“Saya belum dapat informasi mengenai kemungkinan reshuffle atau perombakan kabinet, saya belum dapat informasi mengenai kemungkinan reshuffle atau perombakan kabinet tersebut,” katanya.
Seperti penggantian menteri sebelum-sebelumnya, waktu persis pengumuman menteri baru hanya diketahui oleh Presiden SBY. Maka belum dapat dipastikan apakah yang dimaksud waktu dekat, pekan ini, bulan ini atau bahkan bulan depan.
“Saya belum bisa memastikan kapan, dalam waktu dekat atau dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Julian
Julian menambahkan, saat ini SBY tengah melakukan evaluasi kinerja, soal siapa yang pantas menjabat posisi Menpora. Menurutnya, banyak yang mengirimkan pesan kepada SBY menyatakan dirinya siap menjadi Menpora.
” Presiden tentu memiliki pertimbangan dalam menentukan yang paling tepat dan pantas untuk posisi Menpora, setelah Andi Mallarangeng mengundurkan diri,” tuturnya.
Menyoal perombakan kabinet seiring pengisian posisi Menpora, Julian mengatakan, SBY akan melihat hasil evaluasi kinerja kabinet secara keseluruhan.
Seperti diketahui, SBY menggalakkan peningkatan kinerja kementerian dan lembaga (K/L) agar bisa mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk menyukseskan program pemerintah.
SBY bahkan telah meminta Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) untuk memberikan evaluasi kinerja kabinet selama 2012.
“Bilamana dipandang tidak perlu reshuffle, Presiden tidak akan me-reshuffle kabinet,” tutur Julian singkat.
Penulis : Herwan Pebriansyah








































