KANALNEWS.co, Palm Springs – Presiden Joko Widodo menegaskan kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat kali ini tidak terkait dengan Trans Pacific Partnership (TPP) Agreement.

“Jadi kita ke sini tak ada urusan dengan TPP untuk saat ini,” kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Miramonte Resort, Indian Wells, Palm Springs, California, AS, Senin waktu setempat atau Selasa (16/2/2016) WIB

Pada kesempatan itu, Presiden juga memberikan kesempatan kepada awak media ASEAN untuk melakukan konferensi pers.

Menurut Kepala Negara, terkait TPP, pada saat kunjungannya ke Washington D.C. Oktober tahun lalu hal itu telah Ia sampaikan kepada Presiden AS Barack Obama bahwa Indonesia bermaksud akan bergabung dengan TPP.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden Obama bahwa Indonesia bermaksud akan intend to joint dengan TPP,” katanya.

Namun, ia menegaskan, untuk bergabung dengan TPP maka perlu sebuah proses yang masih panjang, bisa mencapai dua hingga tiga tahun ke depan dan Indonesia ingin terlebih dahulu mempelajari FTA di Uni Eropa.

“Itupun perlu proses yang tidak mungkin dalam waktu sebulan dua bulan enam bulan atau setahun. Ini proses yang masih panjang,” katanya.

Presiden menggarisbawahi hal-hal terpenting yakni perlunya kehati-hatian dalam mengkalkulasi atau menghitung untung rugi bergabung dalam TPP dengan mengedepankan kepentingan nasional Indonesia yang semua masih dalam proses.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan antara pernyataan bermaksud untuk bergabung dengan TPP sampai keputusan resminya ada proses panjang meliputi teknis dan politis sebagaimana semua negara maju yang ingin bergabung juga harus diratifikasi oleh parlemen.

“Negara-negara pendiri TPP juga masih belum meratifikasi dan baru tandatangan kesepakatan mereka pun harus melalui 12 parlemen masing-masing untuk meratifikasi dan itu butuh satu dua tahun,” katanya. (Herwan)